Pernyataan Sikap Ardiansyah Tanjung _Pegiat Peduli Pembangunan Sumatera Utara_


Medan, 13 Mei 2026|kamtibmas.my.id

*“Uang Siluman di Samsat Medan Utara Bukti Bobroknya Pengawasan Bapenda Sumut”*

Saya mengecam keras temuan adanya ‘uang siluman’ di Samsat Medan Utara yang diduga mengalir ratusan juta rupiah setiap bulan. Ini bukan lagi kelalaian, ini adalah pembiaran sistemik yang mencoreng wajah Bapenda Sumut.


Kalau benar uang itu mengalir tanpa tercatat dan tanpa pertanggungjawaban, maka ini masuk kategori pungli dan penyalahgunaan wewenang. Uang pajak rakyat yang seharusnya masuk kas daerah malah hilang di tengah jalan. Pertanyaannya: ke mana uang itu pergi? Siapa yang menikmati?


Bapenda Sumut tidak bisa cuci tangan dengan alasan “oknum”. Lembaga ini punya kewajiban melakukan pengawasan, audit internal, dan penegakan disiplin. Kalau ratusan juta bisa mengalir tiap bulan tanpa ketahuan, berarti sistem kontrolnya rusak total atau sengaja dilumpuhkan.


Ini tamparan keras bagi Gubernur Sumut dan Inspektorat. Jangan sampai masyarakat yang taat bayar pajak dikhianati oleh pejabatnya sendiri. Kepercayaan publik ke Bapenda sudah hancur kalau persoalan ini tidak diusut tuntas.


Tuntutan saya jelas:

1. *Copot dan periksa* seluruh pejabat Samsat Medan Utara yang bertanggung jawab.

2. *Buka audit forensik* transaksi 12 bulan terakhir. Libatkan KPK dan Kejatisu agar tidak ada yang ditutup-tutupi.

3. *Pasang sistem digitalisasi pembayaran* yang terintegrasi langsung ke kas daerah, tanpa celah manual.


Sumut tidak butuh Bapenda yang pintar mencari target pajak tapi gagal menjaga uangnya. Kalau tidak sanggup bersih-bersih, lebih baik mundur.


Rakyat Sumut capek dibohongi dengan slogan “pajak untuk pembangunan”, sementara di lapangan uangnya menguap jadi ‘siluman’.




0 Komentar