Edarkan Siaran Pers Tahunan, Wilson Lalengke: DP Kurang Kerjaan




Jakarta – Katmtibmas Indonesia.Online 

Dewan Pers (DP) menerbitkan dan mengedarkan siaran pers tahunannya menjelang Idul Fitri yang ditujukan ke berbagai instansi, baik di lingkungan pemerintah maupun kepada kalangan swasta. Isinya selalu sama dari tahun ke tahun, yakni meminta agar para instansi atau lembaga yang ada di seluruh negeri ini menolak memberikan bantuan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para wartawan, khususnya yang tidak menjadi konstituen DP.

Terkait surat edaran nomor: 01/DP/K/IV/2021, tertanggal 28 April 2021, dengan perihal Imbauan Dewan Pers Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H itu, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, memberikan komentar singkat atas perilaku DP tersebut. “Kurang kerjaan dia, setiap mau lebaran hanya bisa mengeluarkan surat edaran semacam itu,” kata Lalengke, Kamis, 29 April 2021.

Hal ini disampaikannya ketika sejumlah wartawan ibukota mengirimkan file berisi surat edaran DP itu ke nomor WhatsApp-nya, seraya meminta tanggapan tokoh pers nasional yang terkenal gigih membela para wartawan yang selama ini termarginalkan oleh kebijakan diskriminatif DP itu. Menurut Lalengke, selama ini DP lalai dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagaimana diamanatkan oleh pasal 15 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Padahal dalam pasal 15 ayat (1) UU Pers, sangat jelas bahwa DP bertugas mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers. Pengertian meningkatkan kehidupan pers dapat dilihat di bagian penjelasan UU Pers tersebut, yakni meningkatkan kualitas serta kuantitas pers,” ungkap alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Bagaimana mungkin meningkatkan kualitas pers, lanjut Lalengke, jika kondisi ekonomi pekerja pers tidak tersentuh dalam program kerja lembaga DP itu. Pers adalah domain orang-orang bebas, tidak terikat dengan siapa atau pihak manapun. Hanya dengan kebebasan atau independensi yang dimiliki seseorang, maka ia dapat menyuarakan kebenaran dan fakta yang didapatkannya dari lapangan secara berani, jujur, dan terbuka.

“Nah, agar kehidupan ekonomi wartawan tidak terkoneksi ke sesuatu pihak atau lembaga yang membuat mereka terkooptasi oleh kepentingan pihak atau lembaga tertentu itu, maka diperlukan suatu institusi yang akan mengayomi pers di segala bidang, termasuk kehidupan ekonominya. Itulah pentingnya DP dibentuk,” jelas Lalengke.

Selanjutnya, perilaku dan kebijakan DP selama ini justru kontradiktif dengan ketentuan perundangan di pasal 15 ayat (1) UU Nomor 40 tahun 1999 yang mewajibkan DP meningkatkan kuantitas pers di tanah air. “Yang dilakukan justru menghambat perkembangan dan pertambahan media-media dan organisasi pers. Tindakan DP itu jelas dan nyata melanggar UU Pers,” tegas lulusan pasca sarjana di bidang Applied Ethics dari Utrecht University (Belanda) dan Linkoping University (Swedia) ini.

Untuk itu, kata Lalengke lagi, kepada para pihak yang disurati oleh DP terkait larangan memberikan THR kepada wartawan, agar mengabaikan surat edaran nomor: 01/DP/K/IV/2021 dimaksud. Menurutnya, surat itu merupakan bentuk arogansi dan kesewenang-wenangan DP terhadap publik pers di tanah air. Lebih daripada itu, surat itu secara substansial merupakan bukti nyata pelanggaran DP terhadap pasal 15 ayat (1) UU Pers.

“Saya menghimbau kepada semua lembaga, baik pemerintah maupun non pemerintah agar mengabaikan surat edaran DP itu. Janganlah Anda sebagai bagian dari pejabat publik, termasuk lembaga swasta yang pasti hidup dari publik, termasuk dari keringat para wartawan di lingkungan Anda, justru menjadi jongos DP yang malpraktek itu. Bulan Suci Ramadhan seharusnya tidak dinodai oleh kebijakan diskriminatif nan penuh kesombongan seperti yang dilakukan DP. Sebaliknya, kita semestinya memperbanyak amal dengan saling membantu, saling memberi, saling menolong, saling meringankan beban sesama manusia, sesama anak bangsa,” pesan Lalengke yang juga adalah Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko itu berharap.

Sebagaimana banyak beredar di media massa dan jaringan WhatsApp, Dewan Pers baru-baru ini mengirimkan surat edaran nomor: 01/DP/K/IV/2021, tertanggal 28 April 2021, perihal Imbauan Dewan Pers Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Surat tersebut ditujukan kepada:
1. Panglima TNI
2. Kapolri
3. Sekretaris Negara
4. Menteri Dalam Negeri
5. Menteri Komunikasi dan Informatika
6. Pimpinan BUMN/BUMD
7. Pimpinan Perusahaan
8. Karo Humas dan Protokoler Pemprov, Pemkab, dan Pemkot se-Indonesia
9. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika se-Indonesia di- Indonesia

Secara singkat, surat itu menyatakan bahwa, “Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H yang akan jatuh pada 13 -14 Mei 2021 ini, Dewan Pers mengimbau kepada semua pihak untuk tidak melayani permintaan Tunjangan Hari Raya (THR), permintaan barang, permintaan sumbangan dalam bentuk apapun yang mungkin diajukan oleh yang mengatasnamakan media baik dari organisasi pers, perusahaan pers, maupun organisasi wartawan. Hal ini menghindari penipuan dan penyalahgunaan profesi wartawan oleh para oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan, organisasi wartawan, organisasi perusahaan pers, ataupun media.”

Pada bagian lain di surat itu, disebutkan nama organisasi konstituen DP, yang dipersepsikan sebagai organisasi resmi yang diakui DP, sebagai berikut:
1. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
2. Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
3. Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)
4. Perusahaan Radio Siaran Swata Nasional Indonesia (PRSSNI)
5. Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI)
6. Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI)
7. Serikat Perusahaan Pers (SPS)
8. Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI)
9. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)
10. Pewarta Foto Indonesia (PFI)

Bagi publik, pemuatan nama-nama lembaga atau organisasi konstituen DP dalam surat edaran tahunannya ini secara tersirat sebagai pesan bahwa ‘jika ingin memberikan THR, berikanlah kepada mereka-mereka yang nama lembaganya ada di daftar tersebut. DP akan sangat berterima kasih atas bantuan THR yang Anda berikan kepada konstituen DP sehingga para konstituen kami itu akan merasa nyaman, lancar, dan bahagia dalam merayakan Idul Fitri 1442 H mendatang’.

“Selamat berlebaran para konstituen DP, semoga Anda semua berbahagia dengan THR-THR yang diberikan oleh instansi/lembaga atas rekomendasi DP,” ujar seorang jurnalis papan bawah yang tidak ingin disebutkan namanya seraya tersenyum sinis. (APL/Red)

Pasca Gugurnya Kabinda, Bamsoet Minta TNI-Polri Turunkan Kekuatan Penuh Tumpas KKB







Jakarta, www.kamtibmasindonesia.online

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Aparat TNI-Polri menurunkan kekuatan penuh untuk menindak dan menumpas secara tegas dan terukur Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pupua.

"Saya turut berduka cita atas wafatnya Kabinda Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha akibat ditembak oleh KKB di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua" ujarnya di Jakarta, Senin (26/4/2021).

Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha gugur dalam kontak senjata dengan KKB akibat terkena tembakan dibagian kepala. "Saya meminta pemerintah dan aparat keamanan tidak ragu dan segera turunkan kekuatan penuh menumpas KKB di Papua yang kembali merenggut nyawa. Tumpas habis dulu. Urusan HAM kita bicarakan kemudian. Kalau perlu turunkan kekuatan 4 Matra terbaik yang kita miliki selain Brimob Polri. Gultor Kopassus, Raiders, Bravo dan Denjaka. Kasih waktu satu bulan untuk menumpas mereka,” tegas Bamsoet.

Menurut Bamsoet tindakan KKB di Kabupaten Puncak Papua dalam beberapa waktu belakangan ini sudah sangat meresahkan. KKB di Kabupaten Puncak telah menembak mati 2 orang guru bernama Oktavianus Rayo. dan Yonathan Renden, menembak mati tukang ojek Udin, KKB juga menembak mati seorang siswa Ali Mom 16 tahun serta membakar tiga sekolah di Kabupaten Puncak.

“Korban yang terus berjatuhan akibat konflik yang tidak berkesudahan ini harus segera diselesaikan salah satunya dengan langkah tegas TNI, Polri dan BIN," pungkas Bamsoet

Sementara itu, Pengamat pertahanan dan militer, Susanintyas Nefo Handayani Kertapati menilai gugurnya Kabinda Papua yang ditembak KKB menjadi bukti nyata bahwa BIN bersikap proaktif dalam menjaga stabilitas keamanan Papua.

"Patut diapresiasi, semua ini karena BIN sangat serius dalam penanganan Papua, agar tetap menjadi bagian NKRI," kata Nuning.

Lebih lanjut dirinya juga mengatakan Kabinda Papua gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa membela persatuan kesatuan Indonesia.

"Kabinda Papua gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa membela persatuan kesatuan Indonesia. Beliau gugur saat menjalankan tugas pemulihan keamanan pasca gangguan keamanan kepada masyarakat di Beoga Puncak," pungkasnya.(YG01/red)

PENGURUS DPC KAMTIBMAS INDONESIA KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN DIKUKUHKAN







Dolok Sanggul, www.kamtibmasindonesia.online

Pengukuhan ketua, sekretaris, dan bendahara terpilih berjalan dengan baik di kediaman sekretaris Dewan Pimpinan Cabang di jalan Doloksanggul-Siborongborong KM 12, desa Siponjot, kecamatan Lintong nihuta. Sabtu 24/4

Ketua, sekretaris, dan bendahara yang terpilih dilantik langsung Oleh Panglima Besar KAMTIBMAS INDONESIA, Trinov Fernando Sianturi SH dan Kordinator Daerah Sumut, Chandra W Simatupang M.Pd.

Pengukuhan tersebut turut dihadiri juga oleh Ketua PBB DPC Humbang Hasundutan, bpk Korban Purba S.Pd. beliau menyambut hangat atas kehadiran KAMTIBMAS INDONESIA di kabupaten Humbang Hasundutan. "Selamat dan sukses dan selamat menjalankan tugas sesuai dengan visi-misi KAMTIBMAS INDONESIA. Semoga dengan kehadiran KAMTIBMAS INDONESIA di kabupaten Humbang hasundutan selaku mitra TNI, POLRI dan Pemerintah, dapat membantu dalam kemajuan kabupaten Humbang Hasundutan sesuai dengan visi-misi kamtibmas itu sendiri. Dan mari kita bersinerji dengan organisasi lainnya dalam membangun Humbang ini" ucap Korban Purba dalam sambutannya.



Begitu pula dengan sambutan hangat oleh rombongan KAMTIBMAS INDONESIA DPC Simalungun, Tapteng dan TAPUT yang turut hadir dalam acara pengukuhan tersebut. "Kami turut senang dan bangga dengan hadirnya KAMTIBMAS INDONESIA di kabupaten ini selaku kita adalah tetangga terdekat juga

Dalam acara pengukuhan tersebut tidak tertinggal pula utusan dari DANDIM Tarutung Mayor Wasno, dimana beliau selaku yang mewakili, turut senang menyambut KAMTIBMAS INDONESIA di Kabupaten Humbang Hasundutan ini.
"Saya turut senang melihat berjalannya acara pelantikan ini karena memang benar dan semoga KAMTIBMAS ini akan memberi contoh yang baik kepada masyarakat luas. Karena saya melihat acara ini berjalan sesuai dengan PROKES" ucap Mayor Wasno.


Panglima Daerah Kamtibmas Indonesia DPD  Sumatera Utara Bang Yarman Gulo, M.Pd,K turut mengucapkan Selamat dan Sukses atas dikukuhkannya kepengurusan  DPC Kamtibmas Indonesia Humbang Hasundutan, semoga para pengurus tetap solid dan semangat mewujudkan Kamtibmas yang kondusif di wilayahnya dengan belerjasama mendukung 3 Pilar Kamtibmas (TNI,Polri dan Pemerintah Daerah Setempat) dan tetap komitmen mengawal terwujudnya tujuan negara yang Gemah Ripah Loh jinawi Toto Tentram Karto Rahardjo.

Di tempat berbeda Ketum Kamtibmas Indonesia Bpk. Sutan Erwin Sihombing, SH yang sedang berada di Jakarta juga mengucapkan selamat dan sukses kepada DPC Kamtibmas Indonesia Humbang Hasundutan, semoga rekan-rekan tetap bisa membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa pamrih dan tetap menjadi organisasi yang menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa di tengah-tengah masyarakat, dan kehadirannya dapat menjadi berkat bagi masyarakat di wilayahnya.

( Chandra Simatupang/YG01/red)

Kabinda Papua Gugur Ditembak KKB





Papua, Kamtibmas Indonesia.Online

Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Putu IGP Dani Nugraha Karya, dikabarkan gugur ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Dambet Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4/2021).

Kabar gugurnya Kabinda Papua ini dibenarkan oleh Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen Ignatius Yogo Triyono. “Iya betul, gugur," ujar Pangdam.

Disampaikan Pangdam, penembakan terhadap Kabinda itu terjadi sekitar pukul 15.50 WIT, dan pelaku penembakan dilakukan oleh kelompok Lekagak Telengen. “Dari laporan yang saya terima pelaku penembakan terhadap korban berasal dari kelompok Lekagak Telengen,”ucapnya.

Disampaikannya lebih lanjut, bahwa jenazah saat sekarang berada di Beoga dan akan dievakuasi ke Timika, untuk selanjutnya pada Senin (26/4) akan diterbangkan ke Jakarta. "Jenazah masih di Beoga, ini masih kami monitor terus, rencana besok dievakuasi," pungkasnya.

Dengan kejadian ini, menambah jumlah korban atas aksi brutal bersenjata yang dilakukan KKB di Kabupaten Puncak, yang mana aksi-aksi ini mendapat kecaman keras dari berbagai tokoh dan masyarakat serta menilai bahwa perbuatan KKB ini bukan lagi kriminal bersenjata biasa, namun sama dengan perbuatan teroris.


Usulan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai organisasi teroris, sebelumnya pernah diusung Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI di Jakarta, Senin (22/3) bulan lalu.

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan pendapatnya bahwa kelompok kriminal bersenjata dan organisasi separatis di Papua seharusnya dapat dipidana dengan pasal-pasal tindak pidana terorisme. Ia beralasan perbuatan kelompok tersebut telah bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan menebar ketakutan di tengah masyarakat. “Aksi yang nyata dari mereka, yaitu menyerang anggota TNI/Polri dan masyarakat sipil di sana (Papua)," kata Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Pol Boy Rafli Amar saat itu.

Sedangkan Pengamat Sosial Politik, Universitas Pasundan Bandung (UNPAS), Dr. Tugiman, S.H., M.Si, mengungkapkan bahwa aksi sadis, brutal dan teror kepada masyarakat yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau separatis Papua bisa dijerat Pidana Terorisme. 

Pengamat Sosial Politik, Universitas Pasundan Bandung (UNPAS), Dr. Tugiman, S.H., M.Si, mengungkapkan bahwa aksi sadis, brutal dan teror kepada masyarakat yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau separatis Papua bisa dijerat Pidana Terorisme. 

Dikatakan Tugiman, KKB selama ini telah melakukan aksi-aksi teror yang sebagaimana dirumuskan dalam Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 Jo Undang Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana terorisme.

“Tindak kekerasan yang dilakukan oleh KKB telah menimbulkan korban jiwa yang meluas, merusak fasilitas publik, mengancam keamanan dan keselamatan warga, membuat suasana mencekam dan mencemaskan serta mengancam stabilitas keamanan nasional," kata Tugiman pada Jumat (23/4/2021) di Yogyakarta (YG01/red)

Pangdam I/BB dan Kapoldasu Tinjau Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang Bupati menuju Madina yang Madani*









Penyabungan - KamtibmasIndonesia.online

Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM bersama Kapoldasu Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak, M.Si dan Kabinda Brigjen TNI Asep Jauhari meninjau langsung Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal, Sabtu (24/4/2021).

Kunjungan Pangdam I/BB bersama Kapoldasu dan Kabinda Sumut tersebut menggunakan Helikopter jenis Bell 429, juga didampingi Danrem 023/KS, Asops Kasdam I/BB, Dandim 0212/TS dan Kapolres Madina.

Untuk memastikan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal berjalan lancar dan aman, Pangdam I/BB bersama Kapoldasu meninjau langsung pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang di TPS 1 dan 2 Desa Kampung Baru Kec. Penyabungan Utara, kedatangannya meninjau langsung lokasi TPS untuk memastikan pemungutan suara berjalan lancar.

"Saya berharap kepada pihak penyelenggara dan aparat keamanan agar melaksanakan amanah yang diberikan pemerintah dengan baik, dan kepada masyarakat agar menjaga situasi keamanan yang damai serta kondusif", ucap Pangdam.



Kita semua bersaudara dan harus bersatu dan berharap siapapun nantinya yang terpilih itulah Bupati dan Wakil Bupati yang memimpin Kab Madina 5 tahun kedepan, oleh karena itu mari kita jaga situasi dan kondisi daerah kita agar tetap aman dan kondusif, tambahnya

"Apabila ada kendala dan hal-hal yang tidak sesuai segera laporkan kepada pihak penyelenggara atau petugas, saya mengharapkan masyarakat dapat bergandengan tangan untuk mensukseskan pemilihan ulang Bupati dan Wakil Bupati Kab Madina yang kita cintai bersama", tutur Pangdam.

Kepada seluruh personel TNI-Polri saya berpesan agar tetap menjaga netralitas serta kekompakan dalam pelaksanaan tugas di lapangan, tetap jaga kesehatan dimanapun bertugas dengan selalu mengedepankan aturan pemerintah tentang Protokol Kesehatan, pungkas Mayjen TNI Hassanudin.

(Pendam I/BB/red)

Tokoh Pemuda Papua Kutuk Aksi Keji KKB





Papua,(25/04)Kamtibmas Indonesia.online
Ali Kabiay tokoh pemuda kharismatik Papua mendukung TNI-Polri melakukan penindakan terhadap kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua. Hal ini ditegaskannya di Jayapura pada Jumat 23/4/21.

Dia mengatakan, peristiwa keji dan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh KKB di Kabupaten Puncak, Distrik Beoga telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Perbuatan KKB itu mengakibatkan, 2 guru, 1 tukang ojek dan seorang anak sekolah meninggal dunia akibat ditembak. 

"Kami mengutuk aksi keji yang dilakukan oleh KKB terhadap warga sipil di kabupaten Puncak, selain itu bangunan sekolah dan helikopter juga ikut dibakar, serta gadis- gadis desa diperkosa" ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan "Tindakan KKB telah melanggar hak asasi manusia dan sangat menghambat upaya pemerintah dalam membangun Kabupaten Puncak" ujar Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua ini. 


Sebagai anak Papua dan mewakili seluruh elemen Pemuda Papua, Ali menyatakan mendukung TNI-Polri untuk melakukan penindakan dan penegakan hukum kepada KKB di Kabupaten Puncak.

Menurut Ali, situasi di Distrik Beoga kini telah kembali aman dari gangguan KKB dan aktivitas masyarakat telah berjalan dengan normal kembali. Hal ini merupakan suatu keberhasilan dari sinergi TNI-Polri dalam memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat( YG01/red),

Bersiap Kembali Ke Tanah Air, Satgas MTF TNI XXVIII-L/Unifil Pamitan Dengan KBRI Lebanon* TNI AL. Koarmada II.






Surabaya, 23 April 2021, 
KamtibmasIndonesia.online

Setelah melaksanakan misi PBB UNIFIL selama 16 bulan, Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-L/UNIFIL 2019 KRI Sultan Hasanuddin 366 yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) Ludfy, S.T., MMDS harus berpisah dengan keluarga besar KBRI Lebanon. Pamitan pun dilaksanakan melalui sebuah acara farewell yang berlangsung di KBRI Beirut, Lebanon, Selasa(20/4/2021) waktu setempat.

Dalam acara farewell tersebut, Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Lebanon, Bapak Hajriyanto Y. Thohari melepas Satuan Tugas (Satgas) MTF TNI XXVIII-L/UNIFIL 2019 yang telah mengemban misi perdamaian dibawah bendera PBB UNIFIL selama 1 tahun 4 bulan untuk kembali ke tanah air tercinta. Selanjutnya menyambut kedatangan Satuan Tugas (Satgas) MTF TNI Konga XXVIII-M/UNIFIL 2020 KRI Sultan Iskandar Muda- 367.



Bapak Hajriyanto pun menyampaikan apresiasi dan penghargaan, serta ucapan terima kasih kepada Dansatgas Letkol Laut (P) Ludfy, S.T., MMDS beserta seluruh prajurit Satgas MTF TNI XXVIII-L/UNIFIL 2019, atas kerja keras dan kerja sama dengan KBRI Lebanon selama melaksanakan tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Sementara kepada Satgas MTF TNI XXVIII-M, Ia berharap agar dapat melanjutkan tugas dengan baik dalam misi perdamaian PBB UNIFIL, dan kedepan dapat menjalin kerja sama yang baik pula antara Satgas MTF TNI XXVIII-M dengan KBRI Lebanon. 

Turut hadir dalam acara tersebut Komandan Kontingen Garuda UNIFIL Kolonel Inf Amril Haris Isya Siregar, Deputy Maritime Task Force Commander – Chief of Staf (DMTFC-COS) Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo, S.E., juga Dansatgas MTF TNI XXVIII-M Letkol Laut (P) Abdul Haris beserta sejumlah perwira staf Satgas MTF TNI XXVIII-M.

(Pen2)

Anggota DPRD Timika Sebut KKB sebagai Kelompok Teroris Bukan Pejuang





Papua, Kamtibmas Indonesia.online
Kebiadaban dan kekejaman yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dengan membunuh masyarakat sipil, guru, anak sekolah, dan pemerkosaan serta merusak fasilitas umum seperti sekolah, telah membuat warga Papua marah kepada kelompok bersenjata tersebut dan menilai KKB sama dengan teroris.

Salah satunya datang dari anggota DPRD Timika, Alminus D Mom yang juga keluarga dari Ali Mom siswa SMAN 1 Ilaga yang ditembak dan dibacok KKB di wilayah Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada Kamis (15/4) lalu.

Ini bukan perjuangan murni, tapi mereka teroris punya kerja yang begini, bunuh sembarang-sembarang yang melanggar HAM. Saya akan sampaikan ke dunia,” ucap Alminus D Mom, Kamis (23/4).

Menurutnya, jika benar-benar KKB adalah pejuang Papua merdeka, seharusnya berjuang sesuai dengan aturan yang berlaku, dan bukan asal membunuh masyarakat sipil, yang merupakan kerja-kerja teroris.

“Mereka berjuang untuk Papua tapi mengapa bunuh orang Papua? Harusnya mereka melindungi masyarakat Papua. Ini perjuangan tidak benar dan ilegal,” bebernya.
Selanjutnya, disampaikannya jika pihak KKB tidak dapat memberikan bukti-bukti keterlibatan Ali Mom sebagai mata-mata seperti yang dituduhkan oleh KKB, maka pihkanya akan menempuh jalur adat maupun jalur lain untuk menuntut pelaku pembunuhan (KKB).

Rentetan kebiadaban dan kekejaman KKB ini, juga mendapatkan kecaman keras dari Ali Wanggai Kabiay (Tokoh Pemuda Papua) dengan membuat petisi yang dialamatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia dari Aceh sampai Papua dan BNPT, DPR RI, Presiden, serta TNI/Polri.

Dalam petisi (https://www.change.org/p/masyarakat-indonesia-dari-aceh-sampai-papua-dan-bnpt-dpr-ri-presiden-pemerintah-tni-polri-merubah-status-tpn-pb-opm-kkb-menjadi-teroris) itu, Ali Wanggai Kabiay menilai bahwa aksi - aksi kekejaman yang selama ini di lalukan oleh Kelompok Separatis bersenjata di Papua tersebut, maka sudah sepantasnya organisasi perjuangan TPN PB, OPM, dan KKB di naikkan statusnya sebagai organisasi atau kelompok teroris. Sehingga mereka dapat di tangani dengan tepat, dan terukur sesuai SOP yang berlaku.

Dengan demikian, Ali Wanggai Kabiay berharap bahwa akselesrasi pembangunan di Papua dari berbagai sektor bisa berjalan dengan baik serta positif. Karena rakyat di Papua ingin hidup dalam tingkat kenyamaman dan kamtibmas yang baik.

Diduga Jadi Sarana Propaganda KKB, FLKN Papua Laporkan Jubi.co.id Ke Dewan Pers dan Polisi





Papua,(22/04) Kamtibmas indonesianews.online

Diduga sebagai sarana propaganda Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Media online Jubi.co.id dilaporkan ke Dewan Pers dan Polisi oleh Forum Lintas Kerukunan Nusantara (FLKN) Provinsi Papua.

FLKN menilai, pemberitaan Jubi Online meresahkan guru dan seluruh pendatang di pedalaman Papua. Pemberitaan soal mata-mata sehingga mereka menjadi korban penembakan KKB yang terjadi di Beoga, Kabupaten Puncak.

FLKN Provinsi Papua menilai, pemberitaan yang diterbitkan oleh Jubi.co.id dengan judul "Guru di Beoga, Puncak ditembak karena kerap dijumpai membawa pistol" dinilai telah menggiring opini berupa penyebaran informasi yang tidak benar atau memprovokasi.

Junaedi Rahim selaku Koordinator FLKN Provinsi Papua didampingi Ketua HKJM Sarminanto, Ketua K3 Yorrys Lumingkewas dan perwakilan Suku Buton, Padang, Pasundan serta Ikatan Keluarga Toraja dan Paguyuban lainnya di Kota Jayapura, Papua, Minggu (19/4/2021) mengatakan, media Jubi memberitakan hal yang tidak benar bahwa guru itu adalah mata-mata, ini tidak berdasar.

"Kami minta aparat untuk segera menyelidiki media tersebut, karena sudah membuat provokasi tentang hal yang tidak benar, dan akan menimbulkan banyak opini dipublik,” tegasnya kepada wartawan.

“Korban itu adalah guru dan ada juga tukang ojek dan anak sekolah yang tidak pernah berafiliasi terhadap politik atau apapun, mereka hanya masyarakat biasa, hanya guru. Dan itu kita sudah kami tanyakan kepada pihak keluarga”, tambahnya.

Sementara itu, pada Senin (12/4) yang lalu, Kapen Kogabwilhan III, Kol Czi IGN Suriastawa menyatakan pembunuhan KKB itu merupakan aksi teror terhadap dunia pendidikan yang menunjukkan kepada semua pihak bahwa KKB tidak menginginkan masyarakat Papua maju.

Menurut Suriastawa, aksi teror front bersenjata dalam menghancurkan dunia pendidikan di Papua ini justru didukung oleh media pro KKB yang diduga merupakan front klandestinnya. “Setidaknya terdapat 2 media yang diduga kuat memiliki link khusus dengan KKB dan diduga kuat menjadi salah satu front klandestin KKB. Media tertentu ini beritanya tidak pernah imbang, selalu menyuarakan dan mendukung kepentingannya, sebaliknya selalu menyudutkan pemerintah pusat dan aparat keamanan. Berbagai profesi ada di front klandestin ini, termasuk jurnalis dan profesi lainnya,”imbuhnya tanpa menyebutkan nama medianya.

Sebelumnya, media Jubi.co.id melalui sumber berita yang tidak disebutkan identitasnya memberitakan bahwa TPNPB membenarkan aksi penembakannya terhadap guru karena menganggapnya sebagai mata-mata parat keamanan (09/4/21).

Demikian juga dengan media Suarapapua.com yang memberitakan pesan tertulis Gusby Waker (anggota Sabinus Waker) bahwa guru yang ditembak adalah intelijen TNI-Polri. Tuduhan ini langsung dibantah oleh Kepala Humas Satgas Nemangkawi Kombes Pol. M. Iqbal Alqudussy yang mengatakan bahwa Alm Bapa Oltavianus dan Bapa Yonatan hanya menjalankan tugas sebagai guru dengan niat mulia mencerdaskan anak anak kabupaten Puncak, Papua(red).

KKB Targetkan Bunuh 19 Orang di Ilaga Papua, TNI/Polri Siaga Patroli Kota





Papua,(21/04) KamtibmasIndonesia.online

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menargetkan pembunuhan terhadap 19 warga di Ilaga, Kabupaten Puncak Papua . Informasi ini mengemuka saat digelar pertemuan bersama Muspika Kabupaten Puncak dan tokoh masyarakat di Aula Negelar Pemda Puncak, Kp Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Selasa (20/4/2021).

Dalam acara tersebut, Bupati Puncak Willem Wandik meminta KKB untuk mengkomunikasikan hal tersebut, agar tidak terjadi lagi salah target dan pembunuhan secara membabi buta karena sebelumnya telah terjadi pembunuhan terhadap warga oleh KKB.

“Kepada KKB supaya 19 orang yang mereka tentukan itu, kasih tahu saya biar saya bisa sampaikan kepada mereka, atau kalau tidak, kalian beritahu mereka supaya jangan membuat hal yang tidak disukai, itu baru saya bilang oke," kata Bupati.

Bupati juga menganggap Tindakan KKB dengan membunuh dan memperkosa warga bukanlah perangai laki-laki dan melanggar adat, dimana Papua merupakan tanah yang menjunjung tinggi adat, cinta damai, dan jika ingin berperangpun hanya melibatkan lawan yang sepadan, dalam hal ini jika KKB bersenjata maka lawannya adalah TNI-Polri bukan masyarakat tidak berdaya seperti para guru, anak SMA dan tukang ojek.


“Kalau mau perang, kami siapkan lapangan perang, biar kita masyarakat mundur dan kalian berperang melawan TNI-Polri, itu baru laki - laki jangan membuat masyarakat jadi takut atau jadi korban," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia mengatakan, aparat keamanan (TNI-Polri) sudah melakukan kegiatan patroli dalam kota untuk menciptakan keamanan di dalam Kota Ilaga.

"Saya meminta kepada masyarakat agar kita sama-sama menjaga dan menciptakan situasi aman di Kabupaten Puncak," ucap Kapolres.

Senada, Dandim Puncak Jaya Letkol Inf Rofi Irwansyah mengatakan, kehadiran TNI/Polri untuk menjaga masyarakat dan menjaga keamanan Kabupaten Puncak. 

"Oleh karena jangan karena kehadiran kita membuat masyarakat menjauh dari kita, tetapi jadikan kita sebagai bagian dari masyarakat agar kita bisa menciptakan keamanan di dalam Kota Ilaga. Kita juga sudah melaksanakan Pengamanan dalam Kota Ilaga, kita melakukan kegiatan patroli dalam kota ini untuk menciptakan keamanan dan juga memberi keamanan kepada masyarakat, agar kelompok KKB tidak bisa masuk ke dalam Kota Ilaga, untuk membuat keributan," tandasnya(red).