Polda Sumut Ungkap Peredaran Ilegal Keytamine di Asahan, Dua Pelaku Diamankan

 


ASAHAN — |12 Januari 2026

Komitmen Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat kembali dibuktikan. Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut berhasil mengungkap tindak pidana di bidang kesehatan berupa peredaran ilegal zat Keytamine di Jalan Perintis, Desa Sipaku, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan.


Pengungkapan tersebut dilakukan pada Rabu, 31 Desember 2025, sekitar pukul 13.30 WIB, berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi ilegal di lokasi tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan hingga akhirnya mengamankan dua orang terduga pelaku di lokasi kejadian.


Kedua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial ALI AMRIN MARPAUNG alias Ali (43) dan MUHAMMAD AKBAR NASUTION alias Akbar (23). Keduanya ditangkap saat mengendarai sepeda motor terpisah yang sesuai dengan ciri-ciri hasil pemantauan petugas.


Dalam penggeledahan, petugas menemukan tiga bungkus plastik teh kemasan Cina warna hijau merek 888 yang diduga kuat mengandung zat Keytamine dengan total berat sekitar 2.500 gram. Barang bukti tersebut ditemukan di dalam bagasi sepeda motor yang dikendarai oleh MUHAMMAD AKBAR. Selain itu, petugas turut mengamankan dua unit telepon genggam, dua unit sepeda motor, serta satu buah karung goni.


Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa MUHAMMAD AKBAR mengaku hanya bertugas sebagai kurir yang diperintahkan oleh ALI AMRIN untuk mengantarkan barang tersebut kepada pembeli. Sementara itu, ALI AMRIN mengaku memperoleh Keytamine tersebut dari seorang pria berinisial NAIM, yang saat ini masih dalam penyelidikan.


Dari pengakuan pelaku, diketahui bahwa nilai transaksi Keytamine tersebut mencapai Rp425 juta, dengan imbalan yang dijanjikan kepada kurir sebesar Rp10 juta. Sedangkan ALI AMRIN disebut akan memperoleh keuntungan hingga Rp130 juta apabila barang tersebut berhasil terjual seluruhnya.


Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Andy Arisandi, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Sumut dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan obat-obatan dan zat berbahaya.


“Pengungkapan ini menunjukkan keseriusan Polda Sumut dalam menindak tegas peredaran ilegal zat berbahaya yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi, serta menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan di atasnya,” tegas Kombes Pol. Andy Arisandi, Minggu (11 Januari 2025).


Saat ini, kedua pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Ditresnarkoba Polda Sumut untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polda Sumut juga memastikan akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran gelap narkotika dan zat berbahaya lainnya di wilayah Sumatera Utara

Tiem.

UMKM Kecewa, Pembayaran Pengadaan Bingkai Foto Gubernur dan Wakil Gubernur Belum Jelas

 



Medan 12 Januari 2026

Padang Lawas – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap Ketua APDESI Palas terkait belum dibayarkannya pengadaan bingkai foto Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara.


Menurut keterangan pihak UMKM, pengadaan bingkai foto tersebut telah disalurkan melalui Ketua APDESI Palas sesuai dengan kesepakatan yang ada. Namun hingga kini, lebih dari satu tahun berlalu, pembayaran belum juga direalisasikan.


“Kami selaku UMKM sangat kecewa. Janji demi janji terus disampaikan, tetapi tidak pernah ada kepastian. Sudah lebih dari setahun kami menunggu hak kami dibayarkan,” ungkap salah satu perwakilan UMKM dengan nada kecewa.


Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada Sekretaris Jenderal APDESI Palas. Namun jawaban yang diterima dinilai tidak memberikan kejelasan, hanya sebatas “ya” atau “tidak” tanpa solusi konkret terkait waktu dan mekanisme pembayaran.


Para pelaku UMKM berharap APDESI Palas dapat segera memberikan kejelasan dan bertanggung jawab atas kewajiban pembayaran tersebut. Mereka menilai keterlambatan ini sangat merugikan, mengingat UMKM sangat bergantung pada kelancaran arus keuangan untuk keberlangsungan usaha.


UMKM juga meminta perhatian dari pihak terkait agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan secara transparan dan adil, sehingga tidak menimbulkan preseden buruk terhadap kepercayaan pelaku usaha kecil kepada lembaga atau organisasi lainnya.(Tim)

Sidik Suyatno Membantah adanya tudingan pungli di kalangan pendamping desa sumatera Utara

 



*Medan,-* Kordinator Provinsi Pendamping Desa Sumatera Utara Sidik Suyatno membantah tuduhan pungli yang belakangan beredar di sejumlah media massa terkait evaluasi pendamping desa. Sidik menegaskan bahwa informasi tersebut keliru.


Sidik Suyatno menyatakan kepada awak media di kota Medan Minggu 11 / 1/2025 ,  bahwa tuduhan itu merujuk pada sepenggal rekaman yang direkam oleh seseorang dan terus ditafsirkan sepihak.   


“Dalam rekaman itu sangat jelas tidak hanya bersifat kordinasi , saya sebagai kordinator pendamping desa sumatera Utara  dengan anggota pendamping desa  di daerah , dari rekaman tersebut  juga cukup jelas tidak ada percakapan terkait meminta uang, saya hanya meminta bantuan yang bersangkutan untuk memberikan masukan kepada saya  atas kinerja teman teman pendamping di wilayah Tapanuli Utara sebagai tambahan referensi buat saya dikarenakan yang bersangkutan asli orang Tapanuli Utara dan pernah bertugas di wilayah tapanuli Utara.,” ujar Sidik.


Sidik juga menjelaskan, proses evaluasi dan kontrak  pendamping desa  bukanlah kewenangan dirinya, itu kewenangan kementerian dan dilakukan secara menyeluruh di Seluruh Indonesia dan memang setiap tahun adanya evaluasi. 


"Proses evaluasi adalah proses yang setiap tahun dihadapi oleh seluruh pendamping, karena SK kami memang diperpanjang atau tidak di setiap tahunnya, tidak ada kewenangan saya untuk menentukan seseorang lanjut atau tidak itu semua kewenangan dari kementerian dan dilakukan bukan hanya Sumatera Utara tapi di seluruh Indonesia" tegas sidik *(Tim)*

Bhabimkamtibmas Polsubsektor Hutarajatinggi Polsek Sosa Gelar Patroli di Pasar Tumpah.

 



Palas|11 Januari 2026

Dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban serta antisipasi aksi pencopetan Polres Padang Lawas, lewat jajarannya Bhabimkamtibmas Polsubsektor Hutarajatinggi Polsek Sosa Aipda Rodearni Saragih Melaksanakan Kegiatan Patroli Dialogis dan berikan himbauan ke para pelaku usaha di Pasar Tumpah Desa Pir Tran Sosa Ia, Kecamatan Sosa Timur, Kabupaten Padang Lawas Palas Minggu (11/01/2026). Pukul 10.30 wib sampai selesai. 


Hal ini dilakukan untuk melaksanakan pemantauan perkembangan situasi di Pasar Tumpah yang berada di Pos Kamling Desa Pir Trans Sosa I A, Kecamatan Sosa Timur. Kabupaten Padang Lawas, wilayah hukum Polsek Sosa agar tercipta kondisi yang aman dan kondusif.


Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yulianto, SIK., melalui Kasat Binmas AKP G Harahap saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, Bhabinkamtibmas menghimbau masyarakat yang berbelanja supaya tetap waspada supaya tidak terjadi pencurian. 


"Hadirnya Polri ditengah-tengah Masyarakat sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Terjalinnya silaturrahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan Pesan-Pesan kamtibmas". Ujarnya. 


Lebih lanjut Ps Kasubsi Penmas Bripka Ginda K Pohan mengatakan, Bhabinkamtibmas 

juga memberikan himbauan kepada penjual maupun pembeli yang sedang bertransaksi untuk lebih berhati-hati terhadap barang dagangan maupun barang bawaaan. Hal ini terkait untuk antisipasi aksi pencurian maupun penjambretan yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan.


Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan sambang dan patroli yang dilaksanakan, diharapkan dapat mengantisipasi pergerakan para pelaku kejahatan untuk melaksanakan aksinya. Melalui kegiatan ini juga mengajak para pelaku usaha pasar turut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


"Kehadiran polisi di tengah masyarakat sangat penting, selain menjalin silaturahmi sekaligus menciptakan rasa aman untuk masyrakat yang sedang berbelanja, hingga selesai giat yang dilakukan bhabinkamtibmas tersebut, situasi aman dan kondusif". Tutup Ps Kasubsi Penmas Bripka Ginda K Pohan. (Humas Polres Padang Lawas)

Tingkatkan Gairah UMKM, Pasukan 08 Akan Bangun Pasar Hub

 



MEDAN (10 Januari 2026 )

Untuk menciptakan kenyamanan dan menata Pasar agar lebih baik dan tidak semrawut, DPD Pasukan 08 Sumatera Utara akan membangun Pasar Hub di kawasan Martubung tepatnya di Jalan Rawe Besar, Kecamatan Medan Labuhan.


Hal itu dikatakan, Ketua DPD Pasukan 08 Sumut, Junstar Ritonga,SH,M.Hum melalui Sekretaris Abdulrahman Lubis kepada Wartawan, Jum’at (9/1/2026) di sela-sela peninjauan lokasi pembangunan Pasar Hub tersebut.


Lebih lanjut Abdulrahman mengatakan, nantinya pihak Pasukan 08 Sumut akan membangun sekitar 400 unit los dan kios.


“Dengan dibangunnya Pasar Hub nantinya, tentu akan lebih meningkatkan pendapatan pedagang serta mendukung program UMKM disamping menata para pedagang agar tidak semrawut,” tegas Abdulrahman.


Ditambahkan Abdulrahman bahwa Pasar Hub ini merupakan Pasar Rakyat dan Untuk Rakyat yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian rakyat.


Pembangunan Pasar Hub ini dikelola secara mandiri oleh Pasukan 08 Sumut bekerjasama dengan Jhoni Hidayat selaku Penasehat Pasukan 08 Sumut.


Sementara sejumlah pedagang yang selama ini menggelar dagangannya secara acak di Pasar UKA mendukung penuh pembangunan Pasar Hub yang diprakarsai Pasukan 08 Sumut tersebut.


Pedagang berharap dengan berdirinya Pasar Hub nantinya akan dapat membangkitkan gairah perekonomian mereka dari sektor UMKM.


Hadir dalam peninjauan lokasi Pasar Hub tersebut yakni, Ketua DPD Pasukan 08 Sumut, Junstar Ritonga SH,M.Hum, Sekretaris Abdulrahman Lubis, Penasehat Jhoni Hidayat, Raja Sinurat dan Ameng serta sejumlah unsur pengurus Pasukan 08 Sumut lainnya.(js)

Ketua NARASI PRESISI NKRI Tatao Muka Bersama Kasi Propam IPTU Pitua Kanit Regident Sat Lantas T Saosir Polres Tebing Tinggi Beserta Iptu TP Manik

 


Tebing Tinggi |10 Januari 2026

Dalam serah terima jabatan Kapolres Tebing Tinggi Pengurus NARASI PRESISI NKRI Tatao Muka Bersama Paran perwira jajaran Polres tebing tinggi di saat santap hidangan dan serapan pagi bersama.pengueus NARASI PRESISI NKRI 

10 - 01 - 2026


Kehadiran pengurus NARASI PRESISI NKRI menghadiri acara serah terima jabatan Kapolres Tebing Tinggi AKBP Drs Simon P Sinulingga SH Kepada AKBP Rina F Rillya Sik sebelum acara dimulai pengurus NARASI PRESISI NKRI menyantap Sajian Serapan Pagi Bersama Para perwira Polres Tebing di salah satu Warkop tidak jauh dari Polres Tebing Tinggi tersebut.


Ketika memasuki Warkop perwira polres menghampiri dan Poto Bersama sambil.bernincang bincang di dalam ruangan tempat serapan tersebut dengan diiringi Canda tawa dan rasa keakraban bersama sama di warkop tersebut


Teim

Sekjen LSM TriNusa Soroti Bobroknya Kinerja Kebun Tanah Raja.

 



Sergai -  Sekjen Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TRIGA NUSANTARA INDONESIA (TriNusa) Maulana Hutabarat angkat bicara dengan menyoroti bobroknya kinerja PTPN IV regional 1, Kebun Tanah Raja, dari berdasarkan banyaknya pemberitaan - pemberitaan yang ada, baik di Media online maupun di Media cetak, hal tersebut disampaikan Maulana kepada awak Media melalui saluran telepon selulernya, pada hari Kamis (08/01/2026). 


Maulana menyampaikan bahwa saya secara pribadi tentu sangat terkejut dengan pemberitaan - pemberitaan yang ada tentang Kebun Tanah Raja, tapi pemberitaannya banyak yang negatif dalam artian berarti Kebun Tanah Raja itu bobrok atau tidak profesional dalam menjalankan kinerjanya, seperti pemberitaan mengenai, karyawan yang tidak menggunakan APD dengan lengkap ketika bekerja, karyawan yang bekerja terus tanpa ada libur meskipun hari libur, ada anak yang masih dibawah umur ikut bekerja, mengenai tekhnis kutip kompo, berondolan yang tidak dikutip, pelepah sawit yang gondrong, Bendera merah putih yang terpasang di kantor Kebun Tanah Raja tapi terlihat kusam dan robek, dan lain-lain. 


Tentu itu semuanya kan merupakan dari bentuk wajah Kebun Tanah Raja yang terlihat sangat buruk dalam kinerjanya, tentu ini sangat disayangkan karena Kebun Tanah Raja adalah merupakan perusahaan PTPN milik BUMN yang notabene adalah milik pemerintah, tentu kinerja Kebun Tanah Raja selalu akan diawasi dan diaudit secara berkala guna untuk memastikan kinerja Kebun Tanah Raja ini berjalan dengan semestinya dan tidak menyalahi SOP yang telah ditetapkan oleh Management perusahaan. 


Tapi yang sungguh sangat anehnya, dengan begitu sudah banyaknya pemberitaan tersebut, tapi belum terlihat juga perubahan yang signifikan atau bahkan nyaris tak berubah hingga saat ini sesuai dengan pemberitaan yang saya peroleh, tentu ini kan menjadi tanda tanya besar, berarti diduga tim audit sebagai pengawasan tidak berjalan dengan semestinya, karena diduga membiarkan kesalahan tersebut tanpa ada menindaklanjuti temuan tersebut. 


Maka disini kita ataupun publik bisa menduga atau berasumsi, dengan menduga adanya dugaan kalau pihak Kebun Tanah Raja diduga ada main mata dengan tim audit guna untuk menutupi kesalahan tersebut, sehingga kesalahan - kesalahan tersebut akan berulang terus dan sudah menjadi budaya. 


Maka disini melalui pemberitaan ini saya sangat berharap agar pemerintah atau pemangku kebijakan dalam hal ini mentri BUMN, melalui Management PTPN Holding yang diteruskan oleh PTPN IV regional 1, agar mengambil tindakan secara tegas terhadap karyawannya baik karyawan pelaksana hingga Karyawan pimpinan (Karpim) dan yang terkait, jika terbukti melakukan kesalahan tersebut, agar Kebun Tanah Raja akan menjadi lebih baik lagi kedepannya, " Harap Maulana. "

Salam Rangka Milad DPW KSI Jawa Barat Melaksanakan Acara Lomba Karoke Dangdut Yang di Hadiri Peserta Juri Dari Kalangan Artis KDI 5



Medan |08 Januari 2026

Salam Rangka Memeriahkan acara milad MABEA DPP KSI Yang Jatuh Pada bulan Agustus Minggu Ke 4 DPW KSI Jabar ikut Serta Andil melaksanakan Acara milad tersebut yang mereka laksanakan dengan penuh rasa haru dengan di isi berbagai perlombaan karoke Dangdut yang di ikuti 35 peserta yang di Ketuai Langsung Oleh Raden Dedek Sumarnak SH selaku ketua MABES DPP KSI Dan Ketua NARASI PRESISI NKRI 

08 - 01 - 2026


Kegiatan ini di hadiri Langsung Bintang Tamu Seperti Ika Shaskia Seorang Artis Untuk Mengisi Sebagai Bintang Tamu dan Juga Al KDI 5 sebagai Juri Dan  Selfi KDI 5 sebagai Juri dalam Perlombaan Lomba Karoke yang di laksanakan di room Dita Gemoy yang akan di tayang Pada Tanggal 17 Januari 2026 Sekitar Pukul 20.00 Wib 


Panitia Terdiri dari 6 orang panitia Antara Lain Yulista Dita Gemoy  bunda Dede dan Ratna MY Love


Kegiatan ini Di sponsori beberapa Perusahaan Ternama dan merebut Hadiah dan Sponsor lain nya. Bagi peserta pemenang utama akan di ikut ke Medan untuk mengisi acara milad MABES DPP KSI ke 16 Di Bulan Agustus 2026. Nantinya. Ujar Ketua Umum MABES DPP KSI tersebut 


Tiem

Putusan Kasasi MA: Honorer PMD Padangsidimpuan Divonis 3 Tahun, Kuasa Hukum Soroti "Arogansi" Jaksa Soal Hak Napi

 




*MEDAN,–* Mahkamah Agung (MA) resmi mengeluarkan putusan kasasi terkait kasus dugaan korupsi Pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD) TA 2023 di Dinas PMD Kota Padangsidimpuan. Dalam putusan Nomor 7172 K/PID.SUS/2025, Majelis Hakim menjatuhkan vonis 3 tahun penjara kepada Akhiruddin Nasution, seorang tenaga honorer (Non-ASN).


Vonis ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta 6 tahun penjara, serta membatalkan putusan PN Medan sebelumnya (5 tahun). MA menegaskan Akhiruddin tidak dibebankan uang pengganti karena terbukti tidak menikmati kerugian negara.


Sorotan Prosedural: Jaksa Dituding Persulit Hak Narapidana

Meski sudah inkrah, pihak Kejari Padangsidimpuan di bawah kepemimpinan Kajari Lambok Sidabutar dan Kasi Pidsus Zulhelmi diduga mempersulit hak administratif terdakwa, khususnya pemberian Form D2. Kejari beralasan denda Rp200 juta belum dibayar, padahal Akhiruddin secara sah memilih menjalani masa kurungan substitusi karena keterbatasan ekonomi.


Rencana sita aset terhadap Akhiruddin juga menuai kecaman. Sebagai honorer yang tinggal di rumah kontrakan dan tidak memiliki aset tetap, langkah Kejari dinilai sebagai bentuk intimidasi yang dipaksakan dan tidak berdasar pada fakta ekonomi terdakwa.

Desakan Investigasi kepada Jamwas Kejagung RI

Menyikapi dugaan penyalahgunaan wewenang dan sikap tidak profesional tersebut, muncul desakan kuat agar internal Kejaksaan melakukan audit investigasi menyeluruh.


 Berdasarkan hal tersebut di atas, kami memohon kepada Bapak Jamwas Kejaksaan Agung RI untuk:

 * Melakukan pemeriksaan intensif terhadap Kajari Kota Padangsidimpuan, Lambok Sidabutar, dan Kasi Pidsus Kejari Padangsidimpuan, Zulhelmi, terkait dugaan pelanggaran kode etik, penyalahgunaan wewenang, dan ketidakpatuhan terhadap SOP dalam eksekusi putusan MA.


 * Memerintahkan Kejari Padangsidimpuan untuk segera menerbitkan Form D2 agar terdakwa Akhiruddin Nasution dapat memperoleh hak-haknya sebagai warga binaan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


 * Menghentikan segala bentuk intimidasi terkait rencana sita aset yang tidak memiliki dasar hukum kuat dan tidak termaktub dalam amar putusan hakim Mahkamah Agung.


 * Melakukan audit kinerja terhadap penanganan perkara di Kejari Padangsidimpuan guna memastikan rasa keadilan bagi masyarakat kecil tidak tercederai oleh arogansi institusi.


Langkah tegas dari Jamwas sangat diperlukan untuk menjaga marwah institusi Kejaksaan agar tetap bertindak sebagai penegak hukum yang humanis dan berkeadilan, bukan justru menjadi beban bagi rakyat kecil yang telah menjalani hukuman sesuai putusan tertinggi. *(Tim)*

Saat Loyalis Kehabisan Panggung: Narasi Riza Fakhrumi Tahir Dinilai Merusuh Jelang Musda Golkar Sumut



*Medan,–* Opini yang dilontarkan Riza Fakhrumi Tahir mengenai “nasib Hendri Sitorus makin tak jelas” kembali menuai kritik tajam dari kalangan internal Partai Golkar Sumatera Utara. Tulisan tersebut dinilai bukan analisis objektif, melainkan upaya membangun kegaduhan politik di tengah proses konsolidasi menjelang Musda.


Kritik kali ini datang dari Ir. Alpan Alpis, Pengurus Partai Golkar Deli Serdang sekaligus Sekretaris DPC Ormas MKGR Deli Serdang. Ia menilai narasi “nasib” yang dibangun Riza terlalu kental dengan diksi emosional dan amat miskin dasar keputusan organisasi.


“Ketika peluang politik di Musda tidak ada, sebagian orang memilih jalur opini untuk merusuh suasana. Ini bukan hal baru,” ujar Alpan, Kamis.


Ia menegaskan, publik pun memahami bahwa Riza selama ini dikenal sebagai figur yang berada dalam orbit politik Musa Rajekshah alias Ijeck. Karena itu, opini bernada pesimistis tersebut dinilai sarat kepentingan untuk mempertahankan pengaruh lama yang kian menyempit seiring menguatnya arus regenerasi Golkar Sumut.


“Musda itu forum resmi. Yang menentukan bukan loyalitas lama atau suara opini, tapi mekanisme dan keputusan kolektif. Kalau tidak punya tiket maju, jangan mengubah politik jadi cerita horor,” katanya menyindir.

Alpan juga menegaskan, hingga kini tidak ada satu pun keputusan resmi partai yang menyatakan masa depan politik Hendri Yanto Sitorus berakhir atau ‘tak jelas’. 


Karena itu, penggunaan istilah “nasib makin tak jelas” disebut sebagai bentuk cacat berpikir politik.

“Golkar bukan panggung mistis. Tidak ada ‘nasib’, yang ada aturan. Kalau aturan tidak berpihak, jangan diganti dengan ramalan,” tegasnya.


Kritik juga diarahkan pada penggunaan istilah seperti “boneka” dan “oligarki” dalam tulisan Riza. Menurut Alpan, diksi semacam itu lebih menyerupai provokasi daripada analisis yang berlandaskan fakta.

“Semakin keras istilah yang dipakai, semakin terlihat ketiadaan pijakan argumennya. Ini agitasi, bukan analisis,” tambahnya.


Lebih jauh, Alpan mengingatkan posisi moral seorang senior dalam politik.

“Sudahlah Om Riza, di hari tua ini kita jangan kerap memberi hal-hal mistis dan menanamkan ketakutan pada generasi berikutnya,” katanya lugas.


Ia melanjutkan, “Baiknya di usia sepuh ini, hati Pak Riza seharusnya dipenuhi prasangka-prasangka baik, bukan malah sebaliknya. Senior itu mestinya meneduhkan, bukan menghantui.”


Menurut Alpan, regenerasi Golkar tidak pernah ditentukan oleh opini pesimistis atau loyalitas masa lalu, melainkan oleh kerja nyata dan kepatuhan terhadap mekanisme partai.


“Musda bukan audisi opini. Yang lolos bukan yang paling ribut, tapi yang siap secara mekanisme. Saat peluang maju tak ada, merusuh dengan narasi bukanlah jalan terhormat,” pungkasnya. *(Tim)*