Penegak Hukum Tutup Mata Dengan Aktivitas Judi Tembak Ikan Di Binjai


Binjai - Sejak AKBP Mirzal Maulana  menjabat sebagai Kapolres Binjai dugaan tempat judi semakin merajalela di Wilayah Hukum Polres Binjai. Permainan tembak ikan yang berada di Depan Klenteng di Jalan Ade Irma Suryani diduga dijaga Oknum TNI dari AD dan Oknum Marinir. 


Oknum - oknum Aparat tersebut sering terlihat di dalam lokasi judi tersebut berkeliaran untuk menjaga marwah tempat judi tersebut bukan menjaga marwah Negara. Salah satunya adalah Hendra, oknum yang mengaku dari Marinir Berandan tersebut sering terlihat di lokasi judi tersebut dengan pakaian santai. 


Saat pimpinan redaksi  menanyakan prihal tempat judi tersebut (Judi tembak ikan di Jalan Ade Irma depan Klenteng China) ke Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana melalui whatsapp, tampak Kapolres Binjai tidak menanggapi pertanyaan yang dilontarkan terhadap pimpinan redaksi media. Anehnya lagi,tiba - tiba pimpinan redaksi  mendapatkan pesan whatsapp dari seseorang yang mengaku bernama Hendra Brandan.


Dalam pesan whatsapp yang diterima pimpinan redaksi tersebut tampak pesan whatsapp yang sebelumnya disampaikan ke Kapolres Binjai malah diteruskan oleh dugaan oknum Marinir Brandan tersebut. 


Dugaan kuat adanya hubungan kekerabatan antara oknum Marinir Brandan bernama Hendra tersebut dengan Kapolres Binjai membuat pimpinan redaksi tuntas posttv.com semakin heran. 


"Kok bisa ya whatsapp konfirmasi saya ke Kapolres Binjai sampai ke oknum Marinir Brandan tersebut ya dan lucu nya kok malah WA nya Kapolres tersebut antara saya dan Pak Kapolres malah diteruskan ke whatsapp saya. Saya jadi bertanya-tanya ada apa hubungannya antara Kapolres Binjai dengan Penjaga Tempat Judi Tersebut, "ujar pimpinan redaksi yang merasa heran dengan adanya pesan whatsapp nya ke Kapolres Binjai bisa sampai ke Whatsapp penjaga Mesin Judi tersebut tegasnyaa..


Dan pada saat  membuka pesan whatsapp dari orang yang bernama Hendra Brandan tersebut dengan disertai pesan whatsapp Kapolres Binjai yang diteruskan ke pimpinan redaksi juga penuh dengan nada ancaman dan caci maki dan hinaan. 


"Saat aku buka whatsapp nya bang, ngeri kali aku rasa bang bahasanya penuh dengan caci maki dan ancaman juga hinaan bang, "ujar pimpinan redaksi tersebut. 


Yang tidak habis pikir pimpinan redaksi  tersebut adalah dengan munculnya pesan whatsapp yang di konfirmasi ke Kapolres Binjai bisa sampai ke Penjaga Mesin Judi tersebut. 


" Aneh aku rasa bang, kok bisa pesan whatsapp ku sampai ke penjaga mesin judi itu bang dan ketahuan nya saat si Hendra ini menerus kan pesan ku ke Kapolres Binjai dan diteruskan ke aku bang, "ujar pimpinan redaksi tersebut dengan penuh curiga. 


Saat pimpinan redaksi  mengkonfirmasi terkait pesan whatsapp tersebut, Kapolres Binjai memilih Bungkam. 


" Yang aku heran lagi bang, malah nantang dia katanya sampai Mabes TNI dan ke Presiden pun kau sampaikan kau laporkan, aku gak takut katanya bang, aku Uda capek hidup di dunia gelap ini begitu CHT nya bang di whatsapp "ujar pimpinan redaksi tersebut dengan penuh heran betapa hebat nya si Hendra tersebut bahkan Hendra sempat mengirim CHT nya," kau belum kenal saya,kapan kita jumpa biar tau kau siapa aku,kau pikir siapa kau kau pikir gak tau aku siapa kau jumpai aku ayok Uda capek aku hidup di dunia gelap ini biar tau kau" begitu lah CHT nya bang ke aku pimpinan redaksi menjelaskan..


Warga Binjai sendiri sudah maklum dengan tempat judi tersebut karena selain sudah bukan rahasia umum lagi disebut- sebut tempat judi meja itu pemiliknya mafia dari Etnis Tionghoa yang tak tergoyahkan.(Tim)

Diskusi Kebangsaan Perkuat Komitmen PMKRI Meneguhkan Pancasila


*Medan,-*kamtibmas.my.id

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumut-NAD menggelar diskusi kebangsaan bertemakan "Implementasi Nilai-nilai Pancasila Dalam Rangka Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Guna Terciptanya Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif, Sabtu (7/3/2026). 


Diskusi yang dihadiri puluhan kader PMKRI Sumut ini sekaligus meneguhkan  komitmen PMKRI dalam memperkuat 

semangat kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta meneguhkan kembali nilai-nilai  Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.


Ketua PMKRI Komisariat Daerah Sumut-NAD Sintong Sinaga, dalam pemaparannya mengatakan, dalam situasi sosial yang terus berkembang dan diwarnai berbagai tantangan kebangsaan, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi hal yang sangat penting.


Nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong perlu terus ditanamkan agar masyarakat tetap memiliki kesadaran bersama dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dinilai sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.


Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang  tidak hanya kritis terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan 

solusi yang konstruktif bagi masyarakat,"jelasnya.


Sintong juga menyampaikan, bahwa persoalan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya peran kepolisian saja. 


Masyarkat secara umum memiliki peran yang sama dengan kepolisian karena pribadi yang harus dijaga adalah masyarakat itu sendiri.


"Sedangkan peran mahasiswa dalam hal ini cukup krusial bagaimana membawa pesan bahwa menjaga Kamtibmas itu bukan hanya tanggungjawab kepolisian saja.


Menjaga Kamtibmas adalah kerja kolektif yang semua pihak punya peran yang sama,"ungkapnya. 


Sintong menambahkan, situasi geopolitik dunia yang sedang memanas saat ini karena adanya perang AS dan Iran harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat kita termasuk mahasiswa. Yang perlu ditegaskan perang yang terjadi di dunia saat ini, bukan perang atau konflik agama, kondisi perang saat ini adalah konflik kemanusiaan.


"Jangan sampai isu-isu ini masuk ke Indonesia menjadi isu konflik agama. Ini jadi tugas kita bersama untuk mengedukasi masyarakat terhadap situasi yang terjadi belakangan ini,"sebutnya. *(Tim)*

Saling Maaf Memaafkan, Redaksi Sumut Terkini ID Bertemu Silaturahmi dengan Pengurus Klenteng Thai Seng Hut Co di Bandar Sinembah


*Sumut - Binjai Barat,-* Akhirnya Pertemuan Pasca Perdamaian Antara Pengurus Vihara Thai Seng Hut Co Dengan Warga Lingkungan 3 Kelurahan Bandar Senembah yang sudah sempat viral Beberapa Hari Yang Lalu, Kini Redaksi Sumut Terkini ID datang berjiwa besar langsung Ke Vihara Thai Seng Hut Co Dan Disambut Hangat Oleh Pihak Vihara Elton Hotman yang diinisiasi oleh Danramil 01/BK Kapten Infanteri Ebenezer Pakpahan.


Setelah Pimpinan Redaksi Media Sumut Terkini ID Haryadi didampingi Kaperwil Sumut Feri langsung Crosscheck ke lapangan, mereka mengakui bahwa saat Itu Tidak Adanya Praktek Perdukunan, Musik DJ Dan Barongsai Sampai Pagi dini hari.


"Jadi Yang Sempat Viral Ditanggal 22 Februari 2026 yang lalu, Menyatakan Saat Itu Ada Musik DJ Serta Barongsai Sampai Pagi Ternyata Tidak Benar, Jadi Saya Atas Nama Pimpinan Redaksi Media Sumut Terkini ID Meminta Maaf Karena Sudah Sempat Viral", Disampaikan Pimpinan Redaksi Haryadi Didepan Pihak Pengurus Vihara serta Danramil Bandar Sinembah Ebenezer.


Disambut Baik Juga Dari Pihak Vihara, Kabar Yang Beredar Bahwa Saudara Haryadi Meminta Sesuatu Baik Untuk Menghapus Berita Serta Meminta Perparkiran Disekitaran Vihara Thai Seng Hut Co, ternyata Itu Tidaklah Benar.


"Gak Ada Saya Mengatakan Kepada Siapapun Kalau Orang Abang Minta Parkir Serta Orang Abang Menerima Sesuatu Dari  Take Down Berita", Ucap Elton Hotman Selaku Pengurus Vihara.


Diketahui, permohonan saling memaafkan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral redaksi atas pemberitaan yang sebelumnya menimbulkan polemik di tengah masyarakat hingga viral.


Pertemuan Tersebut Juga Dihadiri Oleh Danramil 01/BK Kapten Infanteri Ebenezer Pakpahan, Pimpinan Redaksi, Kaperwil Sumut Feri, dan mereka mewakili daripada warga yang sempat membuat heboh dunia media sosial termasuk Bapak Toni, Roni serta ibu Nurhamidah Lubis dengan Bersalaman Saling Memaafkan satu sama lain dan agar Tetap Menjaga Kerukunan Di lingkungan 3, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai.


Dengan adanya klarifikasi serta permohonan maaf dari kedua belah pihak, diharapkan agar dapat segera dapat mereda dan untuk dapat saling menjaga kondusifitas wilayah serta dapat memulihkan kembali nama baik Vihara Thai Seng Hut Co dan Pimpinan Redaksi Sumut Terkini ID Haryadi.


Semua pihak yang telah hadir termasuk Danramil 01/BK yang sudah memfasilitasi pertemuan saling memaafkan ini dengan baik dan sepakat untuk menjaga komunikasi serta mengedepankan Kebersamaan demi terciptanya situasi yang aman, damai dan harmonis di tengah tengah masyarakat luas. *(Tim)*

PTPN 1 Regional 1 Gelar Pasar Murah dan Safari Ramadan 1447 H

*DELI SERDANG,–* PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 Regional 1 menggelar kegiatan pasar murah sembako dan Safari Ramadan 1447 Hijriah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah perkebunan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Masjid Al Furqon, Desa Kelumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Kamis (5/3/2026).


Dalam kegiatan pasar murah tersebut, PTPN 1 Regional 1 menyediakan sebanyak 200 paket sembako yang dijual dengan harga Rp100.000 per paket. Paket sembako tersebut berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, serta satu papan telur.


Kasubbag Humas PTPN 1 Regional 1, Rahmat Kurniawan, mengatakan kegiatan pasar murah merupakan program rutin yang telah menjadi tradisi perusahaan dalam membantu masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.


Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, terutama bagi warga yang berpenghasilan rendah di sekitar wilayah perkebunan.


“Tahun ini PTPN 1 Regional 1 menyiapkan sekitar 500 paket sembako murah. Hari ini kita distribusikan di Desa Kelumpang Kebun, kemudian dalam beberapa hari ke depan akan dilanjutkan di Tanjung Morawa,” ujarnya.


*Safari Ramadan*


Usai pelaksanaan pasar murah, kegiatan dilanjutkan dengan Safari Ramadan 1447 Hijriah di lokasi yang sama. Kegiatan ini turut melibatkan unsur Muspika, tokoh masyarakat, serta kelompok perwiridan kaum ibu.


Dalam kegiatan tersebut, PTPN 1 Regional 1 juga memberikan santunan kepada 50 orang anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar.


Region Head PTPN 1 Regional 1, Wispramono Budiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan merupakan agenda tahunan perusahaan yang bertujuan mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat.


“Kegiatan ini tidak hanya sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara PTPN 1 Regional 1 dengan masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja secara berkesinambungan,” kata Wispramono.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Operation Head Ganda Wiatmaja, sejumlah kepala bagian di lingkungan PTPN 1 Regional 1, pimpinan SPBUN, IKBI, Camat Hamparan Perak, Kepala Desa Kelumpang Kebun, Danramil, serta masyarakat sekitar.


Acara Safari Ramadan juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Yahya Hasibuan, SPdI. Pada kesempatan tersebut, PTPN 1 Regional 1 turut menyerahkan bantuan berupa sajadah, Al-Qur’an, dan buku Sirah Nabawiyah kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Furqon.


Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah bersama masyarakat. *(js)

Menghidupkan Semangat Sedekah Ramadhan, Ranting Hanura Bandar Klippa Bagikan 1000 Takjil


*Deli Serdang,—* Dalam suasana penuh keberkahan di bulan suci Ramadhan, Ranting Partai Hanura Desa Bandar Klippa menggelar kegiatan Jum’at Berkah dengan membagikan 1000 paket takjil kepada masyarakat serta melaksanakan buka puasa bersama para kader. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Ruko Jalan Pasar 7 Simpang Jodoh, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat (6/3/2026) sore.


Kegiatan berbagi ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, Dengan penuh kebersamaan, para kader turun langsung membagikan takjil kepada para pengguna jalan dan warga sekitar.


Ketua Ranting Hanura Bandar Klippa Andry didampingi Rudy alias Acong Sekretaris dan Guntur Bendahara dan kader lainya, menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan adalah momentum yang sangat mulia untuk meningkatkan kepedulian, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.


“Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Melalui kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama ini, kami ingin menebarkan semangat kebaikan serta berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang sedang menunaikan ibadah puasa,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari nilai kemanusiaan dan kepedulian yang harus terus dijaga, terlebih di bulan yang penuh berkah ini.


“Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua, serta mempererat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Partai Hanura PAC Percut Sei Tuan Panji Rusmono , dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan di bulan Ramadhan.


“Ramadhan mengajarkan kita untuk saling berbagi, memperkuat ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara kader dan warga,” katanya.


Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader yang telah berpartisipasi dalam kegiatan berbagi takjil dan nasi kotak tersebut.

“Semoga kebersamaan ini menjadi ladang amal dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.


Kegiatan berbagi 1000 takjil Partai Hanura Ranting Bandar Klippa Dapat Dukungan Partai Hanura PAC Percut Sei Tuan sosial tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Warga merasa terbantu dan berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan keberkahan. *(Tim)*

Polresta Deli Serdang Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Tujuh Miliar Lima Puluh Tujuh Juta Rupiah



*Sumut - Deli Serdang,-* Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K, M.Si Pimpin Pelaksanaan Pemusnahan Barang bukti Narkoba 2 Bulan Terakhir Mulai Januari  2026 Sampai dengan Februari  2026 


Pemusnahan Barang Bukti tersebut dilaksanakan Pada hari kamis 05 Maret 2026 sekira pukul 11.00 wib Bertempat di Aula Terbuka Polresta Deliaerdang 


Kapolresta Deliserdang Menyampaikan Hari ini Polresta Deli Serdang memusnahkan berbagai barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus selama 2 Bulan terakhir periode Januari  hingga Februari 2026 dengan nilai taksiran mencapai Rp 7.057.000.000(Tujuh Miliar lima puluh tujuh juta rupiah) 


"Dengan pengungkapan ini, kami memperkirakan telah menyelamatkan kurang lebih 131.844. jiwa generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba," kata Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, S.IK, M.Si


Ia merinci, barang bukti narkotika yang disita jenis sabu seberat 34.774,06 gram, ganja seberat 5.064,15 gram, dan pil ekstasi sebanyak 500 butir, 

dan barang bukti yang dapat dilakukan pemusnahan yaitu barang bukti narkotika jenis sabu seberat 32.334,66 gram, ganja dimusnahkan 4.959,91 gram dan pil ekstasi dimusnahkan 450 butir dari 9 kasus menonjol dengan jumlah tersangka sebanyak 12 orang, dua diantaranya wanita. 


Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.IK, M.Si menjelaskan, pemusnahan dilakukan setelah adanya putusan pengadilan terkait kasus peredaran narkotika di wilayah Hukum Polresta Deliaerdang


"Kita lakukan pemusnahan disaksikan pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Deliserdang,Pengadilan Kabupaten Deliserdang dan Kepala BNN Kabupaten Deliserdang Dengan estimasi nilai barang bukti mencapai sekitar Rp 7.057.000.000(Tujuh Miliar lima puluh tujuh juta rupiah)," ujarnya.


Ia menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam Pemberantasan peredaran gelap narkotika secara tegas, terukur, dan berkelanjutan.


Menurutnya, pada bulan suci Ramadhan, kewaspadaan terhadap peredaran narkoba harus semakin ditingkatkan.


"Kami tidak akan memberikan peluang atau ruang sedikit pun kepada para pelaku kejahatan untuk memanfaatkan momentum ini.


Penindakan akan terus dilakukan secara profesional dan proporsional guna menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif,"Tutupnya.


Tampak Dalam Kegiatan tersebut Ka BNN Kabupaten  Deli Serdang, Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon SH, M.H, Wakapolresta Deli Serdang AKBP Juliani Prihartini, S.I.K, M.H, Kasatres Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H, Mewakili Ketua PN Lubuk Pakam, Ade Permana Putra, S.H,M.H, Mewakili Kejaksaan Deli Serdang, Zulham Dam’s S.H dan Kasi Humas Polresta Deli Serdang. *(Tim)*

Judi Tembak Ikan Tetap Beroperasi Di Bulan Suci Dan Penegak Hukum Tidak Ada Tindakan Masyarakat Kecewa

Binjai|kamtibmas.my.id

Praktek perjudian tembak ikan-ikan masih beroperasi di bulan Ramadhan puasa di Wilayah Hukum Polres Binjai dimana AKBP Mirzal Maulana  menjabat sebagai Kapolres Binjai semakin merajalela. Permainan tembak ikan - ikan yang berada di Depan Klenteng di Jalan Ade Irma Suryani yang diduga dijaga oleh Oknum TNI dari AD dan Oknum Marinir setiap hari beroperasi tanpa mengenal waktu. 


Informasi yang diterima dari Masyarakat sering melihat oknum - oknum Aparat tersebut di dalam lokasi judi tersebut pakai - pakai celana pendek sambil mengawasi tempat judi tersebut. 


Diduga Tempat judi di Jalan Ade Irma Suryani tersebut juga sudah beberapa kali diberitakan. Tapi tegas,beroperasi yang sudah bertahun-tahun dikenal masyarakat Binjai sebagai tempat judi yang tidak bisa ditumbangkan oleh Polres Binjai beromzet Ratusan Juta Rupiah dalam sebulan. 


Salah satu warga Binjai saat dikonfirmasi terkait tempat judi tersebut tersenyum."Sudah lama itu tempat beroperasi bang, sudah berapa Kapolres Ganti tapi tak ada satupun Kapolres yang bisa menumbangkan tempat tersebut, " ujar warga Binjai yang namanya tidak mau disebutkan. Kamis (5/3/2026) 


Warga Binjai sendiri sudah maklum dengan tempat judi tersebut karena selain sudah bukan rahasia umum lagi disebut - sebut tempat tersebut pemilik nya Mafia dari Etnis Tionghoa yang tak tergoyahkan. "Sudah bolak balik Kapolres ganti bang, mana ada satupun Kapolres yang bisa menutup tempat tersebut, itulah tanda nya orang itu kuat, " ungkap warga Binjai. 


Masyarakat minta Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Whisnu copot Kapolres Binjai, AKBP. Mirzal Maulana karena diduga tutup mata dengan aktivitas tersebut. 


Saat dikonfirmasi terkait tempat judi tersebut. Dibulan Ramadhan puasa Polres Binjai  AKBP Mirzal Maulana tidak ada tanggapan sekalipun. Ada apa dengan Polres Binjai sampai saat ini perjudian tembak ikan-ikan masih juga beroperasi 24 jam.(Tim)

Camat Medan Timur Bodohi masyarakat terkait pemilihan Kepling 9 Pulo Berayan Bengkel


*Medan,-* Proses demokrasi pemilihan Kepala Lingkungan di Jalan Perwira 2, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur tercoreng. Kuat dugaan pemilihan Kepling IX yang dimenangkan Endang Fiska Dewi dengan perolehan 310 suara diintervensi oknum Camat Medan Timur yang ingin memenangkan calon petahana  titipannya, M Salim yang hanya memperoleh 115 suara.


Informasi dihimpun, Rabu (4/3) malam, kabar berhembus, sampai saat ini pihak Kecamatan Medan Timur juga tak kunjung memberikan SK kepada Endang Fiska Dewi sebagai pemenang dalam pemilihan Kepling. Bahkan, disinyalir SK tersebut nantinya bakal diserahkan kepada M Salim yang diduga kuat sebagai orang titipan Camat dan oknum anggota DPRD.  


Bahkan, Lurah Pulo Brayan Bengkel atas perintah Camat Medan Timur diperintahkan untuk menemui Endang Fiska Dewi agar mengalah dan tidak dilantik. Sebab,, M Salim dulunya mantan kepling merupakan orang titipan Camat Medan Timur. 


Menanggapi intervensi dan kecurangan ini, salah seorang warga yang juga tim sukses Endang Fiska Dewi, Timbel, pada wartawan mengatakan, kami warga Perwira 2, Lingkungan IX merasa tidak terima. Mengapa Endang Fiska Dewi yang memperoleh 310 suara harus mengalah dengan lawannya M Salim yang hanya memperoleh 115 suara.


 "Kalau aspirasi kami ini tidak ditanggapi Camat dan Kepling, kami akan melakukan aksi (unjuk rasa) ke Kantor Walikota Medan menuntuk agar Walikota mencopot Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel,"tegasnya. 


Hal senada disampaikan warga lainnya, Jumiati yang mengatakan, tidak terima atas kecurangan ini. Sebab, Jumiati faham betul, bagaimana kinerja M Salim yang juga mantan Kepling IX. " Sewaktu masa kepemimpinannya (M Salim) banyak hak orang yang tidak disalurkan. Bahkan banyak beras bantuan yang ditimbun sampai busuk karena tidak disalurkan kepada penerima manfaat.bahkan dulunya warga perna demo karena nimbun beras, Kami mau Bu Endang yang memimpin kembali Lingkungan IX ini,"tegasnya.


Jika seandainya, Camat Medan Timur tetap bersikeras melantik orang titipannya sebagai Kepling IX, dia dan warga lainnya akan menggelar aksi besar besaran di Kantor Walikota Medan minta agar Camat dan Lurah segera dicopot dari jabatannya.


Atas kekisruhan ini,  Endang Fiska Dewi Astuti  merasa kecewa. Bahkan keluarga besar dan pendukungnya bakal menghelar aksi spontanitas saat pelantikan dan melaporkannya ke pihak Pemko  Medan, aarat penegak hukum baik secara pidana dan perdata sampai ke PTUN dan akan memviralkan permasalahan ini.


Sementara Camat Medan Timur, Fernanda, S.STP yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/3) malam mengatakan, berdasarkan Perda Kota Medan Nomor: 9 Tahun 2017 dan Perwal Kota Medan Nomor : 21 Tahun 2021 bahwa tidak ada pemilihan Kepala Lingkungan, namun yang ada adalah pengangkatan Kepala Lingkungan. "Untuk dukungan yang diperoleh oleh masing masing-masing Calon Kepala Lingkungan dari masyarakat minimal sebesar 30 % dari jumlah kepala keluarga adalah hanya salah satu syarat dalam mekanisme pengangkatan calon kepala lingkungan,"jelasnya.


Namun saat disinggung apakah dulunya mantan Kepling , M Salim orang titipan Camat dan oknum anggota DPRD, Camat Fernanda menjawab tidak benar itu. 


Namun saat di tanyak awak media ,kenapa  pak camat bersikeras melantik M sallim karena dari peraturan perda M sallim tidak dapat suara 30 persen, camat Fernanda enggan berkomentar 


Keganjilan terlihat jelas, dalam Perda dan Perwal No. 9 tahun 2017  diatur soal pengangkatan dan pemberhentian  Kepala Lingkungan disebutkan salah satu syarat  untuk mencalonkan Kepling minimal harus mendapat dukungan warga sekitar 30 persen. Sementara, diperkirakan jumlah kepala keluarga (KK) yang ada di Lingkungan IX, Perwira 2 sekitar 550 sampai 600 Kepala Keluarga. Dengan perolehan suara yang hanya sekitar 115 suara, M Salim baru mendapat dukungan sekitar 20 persen dari masyarakat artinya tidak kuorum.


Sedangkan Endang Fiska Dewi yang mendapat perolehan suara sekitar 350 KK sama dengan 55 persen. Jadi, apa gunanya Perda dan Perwal itu diterbitkan kalau tidak dipatuhi.


Warga minta agar Camat Medan Timur menganulir keputusannya yang berniat untuk mengangkat M, Salim sebagai Kepling IX. Sebab warga yang lebih tahu siapa sosok pemimpin yang tepat untuk memimpin Lingkungannya, bukan Lurah atau Camat.



Informasi adanya dugaan suap dan sogok menyogok dalam pengangkatan Kepling IX Pulo Berayan Bengkel oleh Camat dan Lurah

Berhembus isu dugaan sallim suap camat dan lurah dalam penerbitan SK pengangkatan kepling IX pulo Brayan bengkel. *(Tim)*

Kapolda Sumut Segera Panggil Dan Periksa Oknum Sat Lantas Polres Madina Yang Diduga Memiliki Harta Berlimpah Ruah Dari Dugaan Hasil Dari Tambang Mas Ilegal

 


Medan |kamtibmas.my.id

Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Segera Memangil dan Menjemput Paksa Kepemilikan Tambang Ilegal yang diduga milik oknum Satlantas Polres Madina Hzah Lubis 

04 - 03 - 2026


Setelah Tiem untuk Mencoba Kompirmasi kepada yang bersangkutan yang diduga merupakan Oknum Sat Lantas polres Madina Hamzah Lubis dengan Nomor Ponsel 08126568xxxx

Berulang kali di hubungi mulai dari Pukul 14.30 Wib lanjut Kura WhatsApp beliau ijin Bang Namun beliau tidak menjawab sampai kita hub kembali sampai berulang ulang kaki gak angkat juga dan kita hub kembali sekitar pukul 21.23 Wib Namun beliau tidak mau mengangkat Walapun WhatsApp beliau mati dan di hidupkan kembali. Sampai berita ini naik kepermukaan."


Kami meminta kepihak Kapolda Sumut agar segera bertindak untuk memanggil dan menjemput paksa diduga oknum sat Lantas Madina yang diduga memiliki Tambang emas ilegal tersebut 


Yang diduga tidak ada mengantongi Ijin kepemilikan usaha tambang emas tersebut  karna ini sangat membahayakan masyarakat banyak apa lagi saat ini rawan banjir dan longsor yang diduga bakal mengakibatkan bencana alam.(Tim)

Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Bersama Warga, Kedua Pihak Akhirnya Capai Kata Sepakat

 


Binjai //kamtibmas.my.id

Mediasi perdana konflik Klenteng Thai Seng Hut Co di Binjai Barat bersama Warga lingkungan 3 yang digelar pada Rabu (4/3/26) dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Klenteng Elton Hotman bersama rekannya dan kubu warga yang berseteru di Kantor Kelurahan Bandar Sinembah, Kec. Binjai Barat, Kota Binjai.


Turut hadir diantaranya; Camat, Kapolsek, Danramil, Kesbangpol, Lurah Bandar Sinembah, FKUB, Satpol PP, perwakilan Kementerian Agama, dan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.


Kemudian acara mediasi dibuka oleh Bapak Camat Binjai Barat Romi Surya Dharma. Meskipun masing-masing kubu masih bersikeras terkait konflik di Acara mediasi tersebut diketahui alot dengan pendapatnya masing-masing.


Pasalnya Elton Hotman mewakili Pengurus Klenteng dalam kesempatan tersebut mengusulkan agar warga lingkungan 3 tidak membuat fitnah dan bolak balik Ia menyebutkan terkait penggunaan musik DJ dan lain sebagainya termasuk penggunaan petasan yang besar.


Sementara itu warga yang sempat menggeruduk tempat ibadah kaum etnis Tionghoa tersebut memaksa agar penggunaan petasan yang besar di Klenteng tersebut ditiadakan.


Saat mediasi alot berlangsung, Pemimpin Rapat Mediasi yang difasilitasi oleh Camat dan Kapolsek Binjai Barat AKP Sulthony S.SH, menjelaskan untuk arahan dan bimbingannya, Berharap ada komunikasi yang baik kepada warga sekitaran.


Sebab, menurut Kapolsek, Klenteng Thai Seng Hut Co adalah ikon umat Etnis Tionghoa di Binjai Barat yang harus dijaga keberlanjutannya, dan paling tidak 3 hari sebelum kegiatan penggunaan petasan/mercon kedepannya agar mengurus izinnya kepada pihak Polsek maupun Polres.


Sempat terjadi perdebatan Antara warga dengan pihak klenteng karena perbedaan pandangan satu sama lainnya, hingga akhirnya tercapai kesepakatan bersama.


Untuk Kesepakatan bersama diambil keputusan Terkait masalah petasan atau waktu diadakan acara bakar petasan agar dikoordinasikan sebelumnya kepada pihak terkait di Kelurahan Bandar Sinembah, kemudian pihak klenteng mengadakan pesta kembang api 3 kali dalam setahun setelah hasil kesepakatan.


Secara pasti inti dalam rapat mediasi disaksikan muspika bahwa, Warga lingkungan 3 dan pihak klenteng bersedia untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama.


"Penyelesaian kesepakatan yang adil dan transparan akan menjadi kunci agar Klenteng Thai Seng Hut Co tetap menjadi tempat ibadah yang dapat dinikmati oleh semua umat tanpa ada perpecahan akibat kepentingan seseorang serta adu domba dengan warga sekitar", tutup Elton Hotman kepada awak media yang bertugas di lokasi.(Red/Tim)