Polres Asahan Siagakan Pos Pos Pengamanan Strategis Menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 H

 


Asahan|kamtibmas.my.id

Kepolisian Resor (Polres) Asahan menetapkan beberapa Pos  Pos pengamanan (Pos Pam) strategis untuk menjamin kelancaran arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini menjadi bagian dari operasi kemanusiaan terpadu yang melibatkan sinergi antara Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah.kabupaten Asahan Sumatra Utara.


,"Kapolres Asahan menetapkan peta kekuatan personel dan infrastruktur pengamanan. Fokus utama pengamanan mencakup lokasi rawan kemacetan, pusat keramaian, hingga pintu masuk transportasi Lintas Sumatra


"Kapolres Asahan AKBP Revi ingin memastikan bahwa kehadiran petugas di titik-titik ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, baik saat arus mudik, di saat menjelang Hari H mau pun pelaksanaan salat Idul Fitri, hingga perayaan Lebaran Ketupat nanti," ujar Kapolres Asahan AKBP Revi saat di Hubungi Team Media. Selasa

10 - 03 - 2026


Ada pun  titik tersebut meliputi Pos Pelayanan dan Pengamanan di wilayah hukum Polres Asahan Polda Sumut, , dan kawasan keramaian maupun di kawasan jalan lintas Sumatra tersebut akan disiagakan pula Pos Terpadu diseputaran wilayah hukum Polres Asahan serta pendukung seperti Satgas Ops dan Posko Utama.


Mengapresiasi hal ini, Kapolres Asahan  menyatakan kesiapan polres bersama Muspika kabupaten Asahan untuk memberikan dukungan penuh secara operasional di lapangan. Menurutnya, AKBP Revi juga telah menginstruksikan untuk memastikan seluruh Personil Polres Bersama Personil TNI Baik Jajaran Kodim Lanal dan Bataliyon Siap mem back-up kebutuhan teknis pengamanan. pos Pam Lebaran tersebut.


"Sinergi antara TNI Polri Bersama Masyarakat adalah kunci agar pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal. Dalam pengamanan lebaran arahan kapolres untuk mendukung penuh operasional di sejumlah titik pos pos pengamanan di lapangan," Ujar Kapolres Asahan AKBP Revi Saat Di Tanyak Persiapan Pengamanan Menjelang Lebaran.


Selain fokus pada hari raya, ini memberikan perhatian khusus pada tradisi Lebaran Ketupat yang kerap memicu kemacetan besar di wilayah hukum polres Asahan. Koordinasi lintas sektoral diharapkan mampu meminimalisir gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta memastikan arus lalu lintas tetap terkendali di tengah tingginya mobilitas bagi warga.kabupaten Asahan Provinsi Sumatra Utara Wilkum Polda Sumut. Intinya kita kerja maksimal sesuai arahan polda Sumatra Utara. Tim

Warga Minta Walikota Rico Waas Nonaktifkan Camat Medan Timur dan Lurah PB Bengkel



*Medan,-* Emak emak warga Perwira II, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur geruduk Kantor Camat Medan Timur Jalan HM Said, Medan, Jumat (6/3) pagi. Warga menolak pengangkatan M Salim  sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) IX karena sebelumnya M Salim pernah menjabat sebagai Kepling IX namun tidak amanah dan mengecewakan warga. 


Bermula Kedatangan emak emak ke kantor camat melakukan aksi damai untuk mempertanyakan pemilihan dan pengangkatan kepling dugaan yang sudah di skenario oleh oknum camat dan lurah,aksi demo sempat ricuh karena sudah tiga jam lebih para pedemo menunggu camat medan timur tak kunjung jumpaian para pendemo yang sambil membawa poster bertuliskan penolakkan sallim menjadi kepling lingkungan IX, kericuan redam setelah camat keluar dari ruangan kantornya.


Massa emak emak akhirnya di perbolehkan masuk kedalam aula kantor camat , dan mengungkap aspirasi nya,

"Kami tidak mau pak M Salim menjadi Kepling kami. Karena sebelumnya saat beliau menjabat sebagai Kepling IX dia tidak amanah dan mengecewakan kami sebagai wargannya. Kami tetap mendukung Endang Priska menjadi Kepling ,"ungkap salah seorang warga, Irmawati pada wartawan, Jumat (6/3). 


Warga lainnya Rini mengatakan Endang tidak di lantik sementara mendapat dukungan 350 suara. "Dan sewaktu menjabat selalu humanis tidak pernah menyusahkan kami masyarakat semua urusan di buatnya gratis,"jelasnya.


Sementara, sambung Rini, sewaktu M Salim menjabat Kepling pada tahun 2021-2022 ketika mengurus surat selalu dikenakan biaya semua urusan pakai uang.kinerja M Sallim sudah buruk di mata warga 


Selain itu Adapun beberapa poin penolakan warga terhadap M Salim diantaranya, sewaktu Salim menjabat Kepling IX tidak amanah, urusan surat menyurat susah, bantuan untuk masyarakat tidak pernah sampai ke masyarakat, banyak bantuan ditimbun di rumah, keluhan masyarakat tidak pernah di dengar selama dia menjadi Kepling IX. 


Warga menilai isu dugaan suap menerpa pengangkatan kepling IX pulo Brayan.

Aspirasi emak emak dijawab Camat Fernanda yang menyebutkan Dari pengangkatan kepling ada penilaian nya , Camat beralasan M sallim penilaian baik dari pada endang, 


Sontak kericuanpun terjadi emak emak para pendemo berteriak tidak terima yang di sebutkan camat,dan emak emak menduga penilaian yang sudah settingan terlebih dahulu, karena pengangkatan kepling IX pulo brayan dugaan kuat orang Camat dan oknum anggota DPRD  ucapan sejumlah emak emak yang kesal sambil keluar dari aula


Menanggapi aksi warga Perwira II, Lingkungan IX, Camat Medan Timur, Fernanda dalam wancaranya mengatakan, pengangkatan Kepling sesuai dengan mekanisme yang diatur melalui Perda Kota Medan Nomor: 9 Tahun 2017 dan Perwal Kota Medan Nomor : 21 Tahun 2021 tentang pengangkatan  dan pemberhentian Kepala Lingkungan.

 "Kami akan terus melakukan pengawasan kepada, M Salim. Jika nantinya dia melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku segera kami copot,",tegas Camat.


Emak-emak pendemo yang kecewa atas keputusan Camat yang ngotot M Sallim menjadi kepling IX pulo Brayan, dalam hal ini warga Lingkungan IX pulo Brayan protes dan mengkritik Walikota Medan Rico Waas yang tidak tegas dalam pengawasan dalam pengangkatan kepling dan mendesak menonaktifkan Camat Medan Timur dan lurahnya dugĂ an adanya terlibat kecurangan tidak netral, dalam waktu ini warga akan kembali melakukan aksi demo ke kantor walikota ungkap seorang ibu rumah tangga  yang kesal warga Lingkungan IX. *(Tim)*

Di Ciduk Polres Polres Tanah Karo Akibat Bermain Dengan Narkoba Akhirnya Masuk Sel la




Tanah Karo |kamtibmas.my.id

Personel gabungan dari Satuan Reserse Narkoba, Samapta, dan Sipropam Polres Tanah Karo menggelar operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di dua lokasi berbeda di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan satu orang yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu serta enam orang yang diduga pengguna. Seluruhnya langsung dibawa ke Mapolres Tanah Karo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Kegiatan GSN ini dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Tanah Karo, AKP J. Pardede, SH, dengan melibatkan personel gabungan dari Satresnarkoba, Sat Samapta, serta Sipropam.


Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Narkoba AKP J. Pardede menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan di dua titik yang selama ini diduga menjadi lokasi transaksi dan penyalahgunaan narkotika


Dalam kegiatan Gerebek Sarang Narkoba ini, kami menyasar dua lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabanjahe,” ujar AKP Pardede, Kamis (5/3/2026)


Penggerebekan pertama dilakukan di Jalan Mariam Ginting, Kelurahan Gung Negeri, Kecamatan Kabanjahe, tepatnya di sebuah rumah. Di lokasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial AS (42) yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu.


Dari tangan tersangka ,polisi telah menyita sejumlah barang bukti yang diantaranya sebanyak 13 Paket Plastik klip berisi sabu sabu dengan berat bruto 2,97 gram sabu sabu ya g tunai senilai 400.000 empat ratus ribu rupiah satu unit telepon genggam android satu alat hisap sabu sabu lengkap dengan Pipetnya.(Tim)

Laporan terhadap LS Disorot Hans Silalahi, Polisi Nyatakan Terlapor Berstatus DPO

*MEDAN,–* Praktisi hukum Hans Silalahi, SH, MH menyoroti lambannya tindak lanjut laporan yang ia buat terhadap seorang berinisial LS di Polrestabes Medan.

Hingga Sabtu (7/3/2026) malam, atau sekitar 30 hari sejak laporan tersebut dibuat, Hans mengaku belum pernah sekalipun dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Medan.


Kepada wartawan, Hans meminta penyidik menangani laporan tersebut secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


“Saya berharap penyidik bekerja profesional dalam menangani laporan yang saya buat. Laporan sudah diterima dengan nomor LP/B/628/II/2026/SPKT/Polrestabes Medan, tetapi sudah 30 hari belum ada progresnya,” ujar Hans.


Ia menjelaskan, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyebaran berita bohong yang diduga dilakukan LS sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.


Menurut Hans, laporan yang ia buat merujuk pada Pasal 263 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran.

Ia menilai kegaduhan tersebut bermula dari viralnya kasus korban yang justru ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa yang terjadi di kawasan Pancur Batu.


Padahal, kata Hans, orang yang disebut sebagai korban tersebut merupakan tersangka dalam kasus penganiayaan berat dengan motif balas dendam. Penganiayaan itu bahkan disebut dilakukan secara brutal.


Selain itu, Hans juga menegaskan bahwa peristiwa pencurian dan penganiayaan yang menjadi polemik di tengah masyarakat terjadi dalam kurun waktu yang berbeda.


“Laporan saya jelas dan diatur dalam undang-undang. Tapi kenapa penyidik Satreskrim terkesan lambat bekerja,” tambahnya.


Hans mempertanyakan lambannya penanganan laporan tersebut, yang menurutnya bertolak belakang dengan slogan Polri Presisi yang selama ini digaungkan oleh pimpinan Polri.


“Kalau ini terus didiamkan, saya akan melaporkannya ke Polda Sumut, bahkan jika perlu ke Mabes Polri. Karena menurut saya ini aneh, kenapa laporan yang saya buat seperti tidak ditindaklanjuti. Di mana slogan Polri Presisi itu?” pungkas Hans.


Sementara itu, pihak Polrestabes Medan menyatakan bahwa laporan tersebut masih dalam proses penanganan oleh penyidik Satreskrim. Polisi juga mengungkapkan bahwa LS saat ini telah ditetapkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dalam pencarian oleh petugas. *(Tim)*

Sat Narkoba Polres Asahan Tangkap Pria Saat Sahur, Yang Menyimpan Sabu Sabu

 


Asahan|kamtibmas.my.id

Disaat Hendak sahur di sebuah permukiman warga Kabupaten Asahan Provinsi Sumut mendadak Heboh  setelah seorang pria paruh baya diamankan oleh warga karena diduga telah Mengomsumsi narkotika jenis sabu. Peristiwa itu terjadi di Dusun I, Desa Aek Bange, wilayah Aek Ledong, Kabupaten Asahan pada Jumat 

06 - 03 - 2026 

dini hari saat warga hendak melaksanakan Santap sahur.


Polisi yang menerima informasi langsung melakukan penggerebekan terhadap pria tersebut, yang diketahui berinisial S, berusia 46 tahun. Selain petugas, beberapa warga termasuk kepala dusun juga hadir menyaksikan penggerebekan tersebut


Dari pemeriksaan di lokasi, petugas polres asahan menemukan sejumlah paket narkotika jenis sabu yang disembunyikan secara rapi di dalam celah dinding kayu kamar rumah pelaku tersebut.


“Barang bukti yang berhasil diamankan terdiri dari beberapa plastik klip berisi sabu dengan ukuran berbeda. Enam paket berukuran sedang memiliki berat bruto sekitar 1,94 gram, sedangkan lima paket kecil lainnya memiliki berat bruto sekitar 0,72 gram,” kata Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Mulyoto, dalam keterangannya, Minggu 

08 -  03 - 2026


Selain itu, petugas juga menyita satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk komunikasi transaksi, serta uang tunai sebesar Rp250 ribu yang diduga terkait aktivitas peredaran narkotika.


Pria tersebut kemudian diamankan bersama seluruh barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di kantor Satresnarkoba Polres Asahan. Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui bahwa barang terlarang tersebut berada dalam penguasaannya. Ia juga menyebut memperoleh sabu dari seseorang yang dikenal dengan nama panggilan tertentu dan biasa ditemuinya di jalan 


Namun identitas dan keberadaan pemasok tersebut masih belum diketahui secara pasti. Aparat kepolisian terus melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di wilayah ini,” jelas Kasat Mulyoto.


Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan agar peredaran narkotika dapat ditekan dan lingkungan tetap aman.Tim

Dandim 0208/Asahan Tinjau Kesiapan Untuk Marshalling Area Yon TP 954 Naga Berkisar di Bandar Pasir Mandoge

 


Asahan|kamtibmas.my.id

Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, S.H., M.I.P., meninjau langsung kesiapan Marshalling Area (MA) Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 954/Naga Berkisar di Desa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (07/03/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan lokasi marshalling area berjalan dengan baik sebelum pelaksanaan kegiatan satuan di wilayah tersebut.


Dalam kunjungan itu, Dandim melihat secara langsung kondisi lahan yang akan digunakan sebagai titik marshalling area. Ia juga memeriksa kesiapan berbagai fasilitas pendukung serta akses jalan menuju lokasi yang nantinya akan digunakan oleh personel dan perlengkapan satuan

Selain melakukan pengecekan lapangan, Dandim juga memberikan arahan kepada personel yang bertugas agar tetap menjaga kekompakan serta mempersiapkan seluruh sarana dan prasarana secara maksimal.


Menurutnya, marshalling area memiliki peran penting sebagai tempat awal konsolidasi personel dan perlengkapan sebelum melaksanakan berbagai kegiatan di lapangan.


“Marshalling area menjadi titik awal konsolidasi personel dan perlengkapan. Karena itu, kesiapan lokasi harus benar-benar diperhatikan agar setiap kegiatan yang akan dilaksanakan dapat berjalan lancar dan maksimal,” ujarnya



Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga berdialog dengan personel yang berada di lokasi serta perangkat desa setempat. Komunikasi ini dilakukan untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung kegiatan di wilayah.


Keberadaan marshalling area Yon TP 954/Naga Berkisar diharapkan dapat mendukung berbagai program pembangunan di daerah serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.


Dengan persiapan yang matang, kehadiran Yon TP 954/Naga Berkisar di wilayah tersebut diharapkan mampu berkontribusi dalam mendukung pembangunan wilayah sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatra Utara.Tim

Sat Narkoba Polres Asahan Ungkap Jaringan Sabu di Kecamatan Meranti, Tiga Tersangka Diamankan

 


Asahan|kamtibmas.my.id

Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang tersangka beserta sejumlah barang bukti narkotika.


Penangkapan dilakukan pada Rabu, 4/2/2026 di beberapa lokasi berbeda, yakni Dusun I Desa Air Putih, Dusun V Desa Serdang, dan Dusun IV Desa Meranti, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan.


Kasat Narkoba Polres Asahan AKP Mulyoto SH MH menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas transaksi narkotika jenis sabu di Dusun I Desa Air Putih. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim opsnal Sat Narkoba yang dipimpin Kanit I Ipda Harry bergerak ke lokasi dan melakukan pengintaian.


“Petugas kemudian mengamankan seorang pria berinisial E (43) di dalam sebuah rumah. Dari hasil penggeledahan badan dan tempat, ditemukan 20 plastik klip kecil berisi sabu dengan berat bruto 2,76 gram, beserta barang bukti lainnya,” jelasnya.


Dari hasil interogasi, tersangka E mengaku memperoleh sabu tersebut dari pria berinisial L (42) yang berdomisili di Desa Serdang. Tim selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan L di kediamannya. Dari tangan L, petugas menyita satu unit telepon genggam yang digunakan untuk berkomunikasi dalam transaksi narkotika.


Pengembangan terus dilakukan hingga akhirnya petugas mengamankan tersangka ketiga berinisial S (41) di rumahnya di Dusun IV Desa Meranti. Penggeledahan yang disaksikan perangkat desa setempat menemukan dua unit telepon genggam, empat plastik klip kosong, serta uang tunai sebesar Rp500.000. Tersangka S mengakui perannya sebagai pemasok sabu kepada tersangka L.


Selain ketiga tersangka utama, petugas juga turut mengamankan satu orang lainnya untuk dimintai keterangan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.


Seluruh tersangka beserta barang bukti kini telah dibawa ke Sat Res Narkoba Polres Asahan untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan jaringan. Polisi juga masih memburu satu orang yang diduga sebagai pemasok utama dalam jaringan tersebut.


“Polres Asahan berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada pihak kepolisian,” tegasnya.


Saat ini, penyidik tengah melengkapi administrasi penyidikan serta melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap jaringan peredaran narkotika tersebut.Ulvi

Penegak Hukum Tutup Mata Dengan Aktivitas Judi Tembak Ikan Di Binjai


Binjai - Sejak AKBP Mirzal Maulana  menjabat sebagai Kapolres Binjai dugaan tempat judi semakin merajalela di Wilayah Hukum Polres Binjai. Permainan tembak ikan yang berada di Depan Klenteng di Jalan Ade Irma Suryani diduga dijaga Oknum TNI dari AD dan Oknum Marinir. 


Oknum - oknum Aparat tersebut sering terlihat di dalam lokasi judi tersebut berkeliaran untuk menjaga marwah tempat judi tersebut bukan menjaga marwah Negara. Salah satunya adalah Hendra, oknum yang mengaku dari Marinir Berandan tersebut sering terlihat di lokasi judi tersebut dengan pakaian santai. 


Saat pimpinan redaksi  menanyakan prihal tempat judi tersebut (Judi tembak ikan di Jalan Ade Irma depan Klenteng China) ke Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana melalui whatsapp, tampak Kapolres Binjai tidak menanggapi pertanyaan yang dilontarkan terhadap pimpinan redaksi media. Anehnya lagi,tiba - tiba pimpinan redaksi  mendapatkan pesan whatsapp dari seseorang yang mengaku bernama Hendra Brandan.


Dalam pesan whatsapp yang diterima pimpinan redaksi tersebut tampak pesan whatsapp yang sebelumnya disampaikan ke Kapolres Binjai malah diteruskan oleh dugaan oknum Marinir Brandan tersebut. 


Dugaan kuat adanya hubungan kekerabatan antara oknum Marinir Brandan bernama Hendra tersebut dengan Kapolres Binjai membuat pimpinan redaksi tuntas posttv.com semakin heran. 


"Kok bisa ya whatsapp konfirmasi saya ke Kapolres Binjai sampai ke oknum Marinir Brandan tersebut ya dan lucu nya kok malah WA nya Kapolres tersebut antara saya dan Pak Kapolres malah diteruskan ke whatsapp saya. Saya jadi bertanya-tanya ada apa hubungannya antara Kapolres Binjai dengan Penjaga Tempat Judi Tersebut, "ujar pimpinan redaksi yang merasa heran dengan adanya pesan whatsapp nya ke Kapolres Binjai bisa sampai ke Whatsapp penjaga Mesin Judi tersebut tegasnyaa..


Dan pada saat  membuka pesan whatsapp dari orang yang bernama Hendra Brandan tersebut dengan disertai pesan whatsapp Kapolres Binjai yang diteruskan ke pimpinan redaksi juga penuh dengan nada ancaman dan caci maki dan hinaan. 


"Saat aku buka whatsapp nya bang, ngeri kali aku rasa bang bahasanya penuh dengan caci maki dan ancaman juga hinaan bang, "ujar pimpinan redaksi tersebut. 


Yang tidak habis pikir pimpinan redaksi  tersebut adalah dengan munculnya pesan whatsapp yang di konfirmasi ke Kapolres Binjai bisa sampai ke Penjaga Mesin Judi tersebut. 


" Aneh aku rasa bang, kok bisa pesan whatsapp ku sampai ke penjaga mesin judi itu bang dan ketahuan nya saat si Hendra ini menerus kan pesan ku ke Kapolres Binjai dan diteruskan ke aku bang, "ujar pimpinan redaksi tersebut dengan penuh curiga. 


Saat pimpinan redaksi  mengkonfirmasi terkait pesan whatsapp tersebut, Kapolres Binjai memilih Bungkam. 


" Yang aku heran lagi bang, malah nantang dia katanya sampai Mabes TNI dan ke Presiden pun kau sampaikan kau laporkan, aku gak takut katanya bang, aku Uda capek hidup di dunia gelap ini begitu CHT nya bang di whatsapp "ujar pimpinan redaksi tersebut dengan penuh heran betapa hebat nya si Hendra tersebut bahkan Hendra sempat mengirim CHT nya," kau belum kenal saya,kapan kita jumpa biar tau kau siapa aku,kau pikir siapa kau kau pikir gak tau aku siapa kau jumpai aku ayok Uda capek aku hidup di dunia gelap ini biar tau kau" begitu lah CHT nya bang ke aku pimpinan redaksi menjelaskan..


Warga Binjai sendiri sudah maklum dengan tempat judi tersebut karena selain sudah bukan rahasia umum lagi disebut- sebut tempat judi meja itu pemiliknya mafia dari Etnis Tionghoa yang tak tergoyahkan.(Tim)

Diskusi Kebangsaan Perkuat Komitmen PMKRI Meneguhkan Pancasila


*Medan,-*kamtibmas.my.id

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumut-NAD menggelar diskusi kebangsaan bertemakan "Implementasi Nilai-nilai Pancasila Dalam Rangka Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Guna Terciptanya Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif, Sabtu (7/3/2026). 


Diskusi yang dihadiri puluhan kader PMKRI Sumut ini sekaligus meneguhkan  komitmen PMKRI dalam memperkuat 

semangat kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta meneguhkan kembali nilai-nilai  Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.


Ketua PMKRI Komisariat Daerah Sumut-NAD Sintong Sinaga, dalam pemaparannya mengatakan, dalam situasi sosial yang terus berkembang dan diwarnai berbagai tantangan kebangsaan, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi hal yang sangat penting.


Nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong perlu terus ditanamkan agar masyarakat tetap memiliki kesadaran bersama dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dinilai sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.


Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang  tidak hanya kritis terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan 

solusi yang konstruktif bagi masyarakat,"jelasnya.


Sintong juga menyampaikan, bahwa persoalan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya peran kepolisian saja. 


Masyarkat secara umum memiliki peran yang sama dengan kepolisian karena pribadi yang harus dijaga adalah masyarakat itu sendiri.


"Sedangkan peran mahasiswa dalam hal ini cukup krusial bagaimana membawa pesan bahwa menjaga Kamtibmas itu bukan hanya tanggungjawab kepolisian saja.


Menjaga Kamtibmas adalah kerja kolektif yang semua pihak punya peran yang sama,"ungkapnya. 


Sintong menambahkan, situasi geopolitik dunia yang sedang memanas saat ini karena adanya perang AS dan Iran harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat kita termasuk mahasiswa. Yang perlu ditegaskan perang yang terjadi di dunia saat ini, bukan perang atau konflik agama, kondisi perang saat ini adalah konflik kemanusiaan.


"Jangan sampai isu-isu ini masuk ke Indonesia menjadi isu konflik agama. Ini jadi tugas kita bersama untuk mengedukasi masyarakat terhadap situasi yang terjadi belakangan ini,"sebutnya. *(Tim)*

Saling Maaf Memaafkan, Redaksi Sumut Terkini ID Bertemu Silaturahmi dengan Pengurus Klenteng Thai Seng Hut Co di Bandar Sinembah


*Sumut - Binjai Barat,-* Akhirnya Pertemuan Pasca Perdamaian Antara Pengurus Vihara Thai Seng Hut Co Dengan Warga Lingkungan 3 Kelurahan Bandar Senembah yang sudah sempat viral Beberapa Hari Yang Lalu, Kini Redaksi Sumut Terkini ID datang berjiwa besar langsung Ke Vihara Thai Seng Hut Co Dan Disambut Hangat Oleh Pihak Vihara Elton Hotman yang diinisiasi oleh Danramil 01/BK Kapten Infanteri Ebenezer Pakpahan.


Setelah Pimpinan Redaksi Media Sumut Terkini ID Haryadi didampingi Kaperwil Sumut Feri langsung Crosscheck ke lapangan, mereka mengakui bahwa saat Itu Tidak Adanya Praktek Perdukunan, Musik DJ Dan Barongsai Sampai Pagi dini hari.


"Jadi Yang Sempat Viral Ditanggal 22 Februari 2026 yang lalu, Menyatakan Saat Itu Ada Musik DJ Serta Barongsai Sampai Pagi Ternyata Tidak Benar, Jadi Saya Atas Nama Pimpinan Redaksi Media Sumut Terkini ID Meminta Maaf Karena Sudah Sempat Viral", Disampaikan Pimpinan Redaksi Haryadi Didepan Pihak Pengurus Vihara serta Danramil Bandar Sinembah Ebenezer.


Disambut Baik Juga Dari Pihak Vihara, Kabar Yang Beredar Bahwa Saudara Haryadi Meminta Sesuatu Baik Untuk Menghapus Berita Serta Meminta Perparkiran Disekitaran Vihara Thai Seng Hut Co, ternyata Itu Tidaklah Benar.


"Gak Ada Saya Mengatakan Kepada Siapapun Kalau Orang Abang Minta Parkir Serta Orang Abang Menerima Sesuatu Dari  Take Down Berita", Ucap Elton Hotman Selaku Pengurus Vihara.


Diketahui, permohonan saling memaafkan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral redaksi atas pemberitaan yang sebelumnya menimbulkan polemik di tengah masyarakat hingga viral.


Pertemuan Tersebut Juga Dihadiri Oleh Danramil 01/BK Kapten Infanteri Ebenezer Pakpahan, Pimpinan Redaksi, Kaperwil Sumut Feri, dan mereka mewakili daripada warga yang sempat membuat heboh dunia media sosial termasuk Bapak Toni, Roni serta ibu Nurhamidah Lubis dengan Bersalaman Saling Memaafkan satu sama lain dan agar Tetap Menjaga Kerukunan Di lingkungan 3, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai.


Dengan adanya klarifikasi serta permohonan maaf dari kedua belah pihak, diharapkan agar dapat segera dapat mereda dan untuk dapat saling menjaga kondusifitas wilayah serta dapat memulihkan kembali nama baik Vihara Thai Seng Hut Co dan Pimpinan Redaksi Sumut Terkini ID Haryadi.


Semua pihak yang telah hadir termasuk Danramil 01/BK yang sudah memfasilitasi pertemuan saling memaafkan ini dengan baik dan sepakat untuk menjaga komunikasi serta mengedepankan Kebersamaan demi terciptanya situasi yang aman, damai dan harmonis di tengah tengah masyarakat luas. *(Tim)*